Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 21 Desember 2011

Temui Adang, Penyidik KPK Langgar Kode Etik?


VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa pertemuan yang dilakukan empat penyidiknya dengan mantan Wakil Kapolri Komjen (purn) Pol. Adang Daradjatun pada akhir Desember 2010 tidak melanggar aturan kode etik.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan pertemuan dengan suami tersangka Nunun Nurbaetie itu dilakukan atas sepengetahuan dan seizin pimpinan KPK. "Pertemuan itu dalam rangka tugas dan diketahui oleh pimpinan," kata Johan Budi di kantor KPK, Selasa, 20 Desember 2011.

Menurutnya, pertemuan tersebut dilakukan untuk menggali keterangan dari Adang selaku orang terdekat Nunun. Namun, terkait pernyataan penyidik KPK kepada Adang yang mengindikasikan Miranda Goeltom merupakan pemberi uang suap kepada anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004, Johan menyebutnya sebagai "bagian dari teknik penyidikan".

Johan menolak anggapan bahwa pernyataan penyidik KPK tersebut dikategorikan upaya membocorkan materi penyidikan kasus.

"Memang ada teknik-teknik penyidikan untuk memperoleh informasi, apalagi Pak Adang kan dekat dengan Ibu Nunun. Konteks itu bisa saja dalam rangka mencari informasi," ujar Johan.

Seperti diketahui, Adang pernah mengungkapkan bahwa dia sempat didatangi empat penyidik KPK di kediaman pribadinya di Cipete, Jakarta Selatan pada 30 Desember 2010. Mereka berinisial RS, N, R, dan I. Kepada wartawan, Adang membeberkan rekaman pembicaraan dia dengan keempat penyidik itu. (kd)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .