Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 10 Desember 2011

Lembaga Zakat Indonesia Bantu Muslim Pattani


Jakarta (SI ONLINE) - ‘’Terima kasih, kami terharu atas perhatian dan kepedulian sahabat-sahabat Indonesia,’’ ucap Ummu Madinah, Ketua Gerakan Perempuan Pattani pada Yayasan Lukmanul Hakim Yala, Thailand, dalam silaturahim dan dialog dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat (BAZ) di Gedung Menara Dakwah Jakarta, Kamis (8/12/2011).

Pertemuan yang difasilitasi Forum Solidaritas Dunia Islam (FORSIDIA) Dewan Da’wah, itu diikuti perwakilan dari LAZIS Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Yayasan Baitul Maal Bank BRI, Bamuis BNI 46, PPPA Daarul Qur’an, Bazis DKI Jakarta, dan lain-lain. Sedang Umu Madinah didampingi Ustadz Abu Jihad dan Ustadz Najib dari yayasan yang sama.

Ustadz Najib berharap, kunjungannya ke Indonesia mendapat sokongan kemanusiaan berupa beasiswa pendidikan, sarana pembelajaran, dan tunjangan guru untuk kaum muslimin Pattani. Para utusan LAZ dan BAZ serta LSM sepakat untuk memobilisasi bantuan yang diperlukan. ‘’Insya Allah kami siap bantu, nanti lewat koordinasi LAZIS Dewan Da’wah,’’ kata Direktur YBM BRI, yang diamini para perwakilan dari lembaga lain.

Menurut Direktur YBM BRI, Nasir Tadjang, pendidikan generasi muda Pattani merupakan sektor strategis yang perlu diprioritaskan untuk dibantu. ‘’Perjuangan Muslim Pattani sangat bergantung pada kualitas sumberdaya manusianya,’’ tandas Nasir.

Sebelumnya Ustadz Abu Jihad menuturkan, umat Islam Pattani selama ini disebut khaek (tamu), yang berarti orang asing, bukan penduduk asli. Predikat itu disertai penjajahan struktural maupun kultural. Muslim Pattani hidup di tiga Wilayah Selatan Thailand, yaitu Narathiwat, Pattani dan Yala. Mereka orang Melayu yang menjadi minoritas di negeri Thailand, tapi mayoritas di wilayah bagian  Thailand Selatan sejatinya memang tidak senafas dengan Thailand secara keseluruhan.

Sebelum abad XV, Provinsi Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla berada di bawah naungan Kesultanan Pattani yang diperebutkan oleh Kerajaan Siam di utara dan Kesultanan Malaka di selatan. Walau secara budaya dekat dengan Malaka, namun secara politik Pattani di bawah pengaruh Siam.

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada 1511, membuat Pattani harus menyerahkan ‘’bunga emas’’ atau upeti kepada Siam agar wilayahnya tidak diganggu. Namun simbol penyerahan upeti ini dianggap Siam sebagai penyerahan kedaulatan. Kemudian lemahnya Siam, terlebih setelah diserbu oleh pasukan Burma, membuat Pattani kemudian tak lagi menyerahkan upeti.

Tahun 1902 Pattani bersama Kedah, Perlis, Kelantan, dan Trengganu resmi di bawah kekuasaan Siam. Perjanjian Siam-Inggris tahun 1909, memaksa Siam menyerahkan semua daerah di atas kepada Inggris kecuali Pattani.Tahun 1933 Siam membagi Pa

Hingga saat ini, 80 persen (sekitar 2,6 juta) penduduk ketiga provinsi ini menganut agama Islam, berbudaya dan berpakaian Melayu, dan menggunakan bahasa Melayu Jawi sebagai bahasa ibu. Namun, ekspresi spiritual dan budaya mereka senantiasa terancam.

Rep: Shodiq Ramadhan/Bowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .