Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 09 November 2012

MIUMI apresiasi sikap KH. Ma'ruf Amin terhadap fatwa sesat Syiah


JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bahtiar Nasir mengapresiasi sikap KH.Ma'ruf Amin yang secara pribadi istiqomah menetapkan kesesatan ajaran Syiah. Menurutnya, Kiyai Ma'ruf meskipun baru pada posisi dibelakang MUI Jatim sudah sangat terang menjelaskan perbedaan mendasar antara aqidah Aswaja dengan ajaran Syi'ah. Begitu juga soal mekanisme formal penetapan Fatwa, beliau menganggap bahwa putusan fatwa yang dikeluarkan MUI Jatim sesuai syariah Islam dan mekanisme yang diputuskan Rakernas MUI seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah bahwa dalam kasus Syi'ah KH. Ma'ruf Amin walau sebagai pribadi bukan sebagai ketua MUI Pusat konsisten dalam penetapan kesesatan ajaran Syi'ah," Katanya kepada arrahmah.com, Jakarta, Jum'at (9/11).
Karenanya, lanjut Ustadz Bachtiar,  kepada pejabat MUI seluruh Indonesia jangan ragu dalam memutuskan soal ajaran Syi'ah ini, walau secara kelembagaan MUI daerah membutuhkan waktu untuk memfatwakan kesesatan Syi'ah.
"Tapi, ditingkat individu jangan ragu untuk tegaskan seperti yang dilakukan oleh KH. Ma'ruf Amin," imbaunya.
Sementara itu, ia menyarankan kepada tokoh Islam nasional yang meragukan atau menentang pendapat KH. Ma'ruf Amin, Kata Ustadz Bahtiar, silahkan lakukan penelitian lapangan dan pendalaman kasus seperti yang dilakukan MUI Jatim dan dalami rujukan kepustakaan yang valid serta ikuti mekanisme yang sudah disepakati bersama dalam rakernas MUI agar jangan asbun (asal bunyi) karena ingin dianggap sebagai tokoh pemersatu dan bermain-main dalam masalah akidah Islam yang bisa mencelakakan ummat Islam.
Berhati-hati ikuti sikap tokoh Islam Nasional
Lebih dari itu, ia juga menghimbau kepada ummat Islam  untuk berhati-hati dalam mengikuti pendapat tokoh Islam nasional yang tidak memiliki kompetensi dan kapabiliti dalam persoalan Syiah ini.
"Ikutilah pendapat ulama yang menguasai ilmu dan telah mendalami persoalan ini dan mereka takut kepada Allah dalam memfatwakan sesuatu, bukan sebatas analisa permukaan atau melakukan mudahanah dalam agama,"pungkas Ustadz Bahtiar.
Seperti diketahui, Ketua MUI Pusat, KH.Ma'ruf Amin secara pribadi memberikan dukungannya terhadap fatwa MUI Jatim yang menetapkan ajaran Syiah sebagai ajaran sesat. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah artikel rubrik opini Harian Republika, Kamis, (08/11/2012). (bilal/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .