Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 05 November 2012

MIUMI: Suriah, Fase Perang Akhir Zaman Menuju Pembebasan Palestina

JAKARTA (VoA-Islam) – Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir dalam Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk Muslim Suriah di Masjid Al Azhar, Ahad (4/11) menegaskan, kita butuh orang-orang yang siap memberi jiwa dan raganya untuk Islam.
Diceritakan Ustadz Bachtiar, di Suriah, ada seorang kakek berumur 70 tahun bernama Abu Thoyyib. Kakek ini bergabung dengan pemuda muslim Suriah sebagai komandan dan pelatih para sniper. Ketika diwawancarai al-Jazirah, ia menyatakan untuk berjihad fi sabilillah. Ia ingin mati bersama syuhada diposisi terdepan .Semoga semangat kakek ini bisa diwarisakan oleh umat Islam di Indoneia.”
“Sangat disayangkan, jika selama ini ada diantara umat Islam yang tidur enak, makan enak, tidak ada perhatiannya sedikitpun, apalagi merasakan penderitaan dan susahnya umat Islam di Suriah yang saat ini sedang terzalimi. Untuk itu, hendaknya kita menjadi saksi sejarah dan memiliki ruh jihad membantu saudara kita di sana sampai darah penghabisan. Seperti diketahui, setiap hari rezim Basyar Asad membunuh 100 orang di suriah. Kabarnya sudah lebih 35 ribu orang yang tak berdosa terbunuh,” ujar  Bachtiar Nasir yang juga Ketua Ar Rahman Qur’an Learning Islamic Center (AQLIC) ini.
Menurut Ustadz Bachtiar, kita harus membaca fase zaman.  Suriah adalah sebuah fase perang akhir zaman antara penyembah setan dan penyembah tuhan, yang bahayanya lebih hebat dari perang nuklir. Perang akhir zaman itu sedang berlangsung sekarang ini. “Kita tengan masuki fase dimana Dajjal sedang mencari pendukungnya, iblis mengumpulkan pasukannya dengan berbagai tipu daya. Suriah adalah permulaan dari perang akhir zaman dalam bentuk fisik.”
Lebih jauh Bachtiar Nasir mengatakan, barangsiapa yang bergabung bersama mujihidin di Suriah untuk menghancurkan kekuatan Syiah Nushoriyah yang pendusta, maka pada hakekatnya kita berada di barisan kaum muslimin. Semoga jihad fi sabilillah kaum muslimin untuk membantu saudara Muslim Suriah yang tertindas menjadi pemberat timbangan di Hari Akhir nanti.
“Jika kaum Syiah di Indonesia saja membuka relawan untuk membantu Rezim Basyar Asad, maka hendaknya umat Islam dari kalangan ahlusunnah menyiapkan hal yang sama untuk  berangkat ke Suriah untuk berjihad, bergabung dengan mujahidin di sana, membantu saudara kita yang tertindas secara kemanusiaan, politik, dan akidah. Ini adalah peperangan antara hak dan batil. Semoga kita menjadi bagian dari jihad fi sabililah.”
Kata Bachtiar, kita tidak ingin berbenturan dengan sesama muslim, tapi ini peristiwa akhir zaman yang harus dihadapi. Ketika tokoh Islam dunia di persimpangan jalan, tak terkecuali para anggota OKI yang ragu, maka Suriah menjadi penyaring, siapa diantara umat Islam  yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. “Keberpihakan pada Suriah adalah permulaan dari perang akhir zaman. Suriah adalah perang kecil menuju perang besar untuk membebaskan Palestina. Perang akhir zaman ini bermula dari Syam.”
Ust Bachtiar Nasir mengajak umat Islam Idnonesia untuk mendoakan para mujahidin yang berjuang di Suriah. Ia juga mengajak umat Islam untuk berjihad dengan harta dan jiwa. “Orang yang menyediakan alat-alat adalah orang yang berjihad fi sabilillah. Warisilah kakek seperti Abu Thoyyib yang siap syahid di medan jihad.”  Desastian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .