Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 23 Juli 2011

Biarkan rakyat yang menentukan

Sri Mulyani (Tempo/Tony Hartawan)
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dipersilahkan untuk maju menjadi Calon Presiden 2014 nanti.
Kemampuannya berpolitik nanti bakal diuji. Perkara nanti akan menang atau kalah biar masyarakat yang menentukan.
“Silahkan saja, karena Sri Mulyani bangsa Indonesia dan berhak menggunakan hak politiknya,” Ujar Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit, saat dihubungi, Kamis (21/7).
Menurutnya, Sri Mulyani memang pantas menyalonkan diri, karena selama menjadi menteri keuangan, dia dianggap jujur dan tegas memperbaiki perekonomian.  Arbi menganggap selain Sri Mulyani, harus diuji kemampuannya dan dedikasinya terhadap bangsa ini.
Belakangan ini isu Sri Mulyani didukung pihak asing berkembang. Sejumlah diplomat asing diduga mendekati purnawirawan TNI untuk mendukung Sri Mulyani menjadi Presiden 2014 nanti. Purnawirawan dianggap ingin bermanuver dengan menyuarakan Indonesia harus menjaga kedaulatannya dan tidak bergantung dengan asing.
Mereka dianggap terjebak hanya dalam satu kepentingan politik. “Mereka masih awam terhadap politik,” imbuhnya. Yang mereka pikirkan hanyalah era Soekarno. Sedangkan saat ini zaman sudah berubah.
“Sekarang saya tanya, siapa yang tidak bergantung dengan asing,” tegasnya. Negara Malaysia bisa lebih baik dari Indonesia karena memanfaatkan asing. Begitu juga dengan Negara-negara lain yang sampai saat ini terus berkembang.
Arbi menduga mereka yang menolak Sri Mulyani adalah yang pernah mendemo Sri Mulyani terkait kasus Century. Mereka menganggap Sri Mulyani adalah oknum neo Liberalisme. Pengamat politik ini manyatakan sekarang ini tidak ada yang bisa lepas dari paham itu.
Tak adalagi yang bisa diperbuat selain mengambil keuntungan dari paham itu. Sri Mulyani juga diharapkan mengambil keuntungan dari mereka yang anti neoliberalisme. Prinsipnya, jelas Arbi, adalah mendayung diantara dua karang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .