Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 03 Juli 2011

Partai Konservatif Bangkitkan Sekolah-Sekolah Islam

YORKSHIRE (Berita SuaraMedia) - Setelah berkuasa, Partai Oposisi Konservatif Inggris berencana untuk memperbolehkan umat Islam untuk membangun lebih banyak sekolah-sekolah Islam untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan agama mereka.
Sekolah negeri berbasis agama dapat dibangun di Yorkshire oleh orang tua, masyarakat setempat atau kelompok agama di bawah pemerintah konservatif.
Partai Konservatif yang dikenal juga dengan Partai Tory ingin memberi kemudahan untuk orang tua, badan amal dan firma untuk membangun sekolah Islam baru dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
"Kami ingin memenuhi hak-hak orang tua untuk memberikan anak-anak mereka pendidikan agama yang sesuai dengan kepercayaan Islam," Sekretaris Sekolah Shadow, Michael Gove kepada Yorkshire Post pada hari Jum'at, 25 Juni.
Gove mengatakan kepada Yorkshire Post partai itu akan menyambut penciptaan sekolah agama baru dan menerima bahwa kebijakan tersebut dapat mengakibatkan peningkatan sekolah Islam negeri yang didanai di wilayah Yorkshire barat.
"Kenyataannya adalah bahwa orang tua, yang ingin dapat menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam yang independen, dapat mengirimkannya ke madrasah untuk belajar agama setelah sekolah."
Ada 400.000 siswa Muslim di Inggris, jumlah yang cukup besar dari minoritas Muslim yang hampir mencapai dua juta jiwa.
Minoritas Muslim Inggris hanya dilayani oleh tujuh sekolah Islam sementara negara tersebut memiliki total sekitar 7000 sekolah agama yang mengajar hampir seperlima dari anak-anak sekolah dasar dan 5 persen dari siswa sekolah menengah di Inggris.
Sebagian besar sekolah tersebut milik Gereja Inggris, Roman Katolik dan Kristen lainnya, melayani 1,7 juta murid.
Terdapat 37 sekolah Yahudi dan dua sekolah Sikh.
Gove mengatakan sekolah Islam yang baru akan mendapatkan "Pemeriksaan Ketat" untuk menghormati nilai-nilai Inggris. Sebagai tambahan, sekolah baru tersebut akan diharapkan untuk mengajar sejarah Inggris.
"Kami ingin memenuhi hak-hak orang tua untuk memberikan anak-anak mereka yang berbasis pendidikan agama sesuai dengan kepercayaan Islam sementara pada saat yang sama memastikan bahwa sekolah tersebut berjalan baik dan mempromosikan nilai-nilai Inggris yang modern."
Dia mengatakan sekolah yang baru akan diawasi oleh inspektur terlatih yang dapat dengan baik membedakan antara ajaran moderat dan garis keras.
"(Hal ini akan memberikan) rasa bahwa kita semua satu bangsa dan telah membuat sebuah pengorbanan tertentu bersama-sama namun juga menikmati kebebasan tertentu bersama-sama."
Namun dia menepis ketakutan bahwa tindakan seperti itu dapat menyebabkan sikap ekstrimisme dan pemisahan di wilayah ini.
Rencana partai Tory ini berdasarkan sistem yang digunakan di Swedia. Barry Sheerman, anggota parlemen Huddersfield dan ketua Komisi Pemilih Pendidikan yang berpengaruh mengatakan bahwa politisi harus waspada ketika membawa sistem dan kebiasaan dari negara lain dalam sistem pendidikan.
Nick Seaton dari Kampanye untuk Pendidikan Nyata yang berbasis di York menyambut baik rencana Partai konservatif tersebut. Ia setuju dengan partai konservatif bahwa sekolah harus diatur secara efektif dan tunduk pada pemeriksaan ketat dari Standarisasi Dinas Pendidikan.
"Ada baiknya untuk membolehkan kelompok mengatur sendiri sekolah untuk mendidik anak-anak sesuai dengan nilai-nilai mereka sendiri, tetapi harus diatur secara efektif dan tunduk pada pemeriksaan ketat dari Ofsted . "
Yang diizinkan untuk membuka sekolah Islam akan mencakup yayasan amal, filanthropis, federasi sekolah yang telah ada, koperasi dan kelompok-kelompok orang tua.(iw/iol/yp) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .