Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 13 Juli 2011

Assad tak lagi terpakai oleh Amerika



DAMASKUS (Arrahmah.com) – Menteri luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, geram dan mengatakan bahwa pemimpin Suriah, Bashar Al Assad, telah kehilangan legitimasi. Hal ini diungkapkan setelah sejumlah loyalis Assad menyerang kedutaan AS dan Perancis yang kesal karena kedua negara ini campur tangan dalam urusan dalam negeri mereka, lansir AFP pada Selasa (12/7/2011).

Massa yang marah pada hari Senin (11/7) mengepung kedutaan AS dan Perancis setelah kedua duta besar itu melakukan kunjungan pekan lalu di kota Hama, kota yang menjadi salah satu lokasi kerusuhan di Suriah.
“Presiden Assad tidak diperlukan dan kami sama sekali tidak berharap apapun darinya,” kata Clinton dengan nada yang tajam.
“Dari perspektif kami, dia telah kehilangan legitimasi. Kami berharap agar kehendak rakyat Suriah untuk melakukan transformasi demokratis segera terjadi,” ia menambahkan.
Sementara itu, kementerian luar negeri di Paris mengatakan, tiga staf kedutaan Perancis terluka dalam serangan yang memaksa para penjaga keamanan melepaskan tiga tembakan peringatan. Pada saat yang sama, seorang pejabat AS mengatakan tidak ada staf kedutaannya di Suriah yang terluka.
Pendukung Assad menghancurkan jalan menuju kompleks kedutaan Perancis, memecahkan jendela, dan menghancurkan mobil milik duta besar, menurut juru bicara kedutaan di Paris.
Hal serupa juga dilakukan sekelompok pendukung Assad terhadap kedutaan besar AS yang terletak tak jauh dari kedutaan Perancis. Mereka menghancurkan tembok dan menggantungkan bendera Suriah besar di atas pintu masuk utama. Sekitar 300 orang naik ke atap dan mendatangi kediaman Duta Besar AS, Robert Ford, sebelum diusir oleh Marinir AS, kata para pejabat AS.
Jendela pecah, kamera hancur, dan dinding mereka penuh dengan coretan.
Serangan terhadap kedutaan ini datang empat hari setelah Ford dan rekannya dari Perancis, Eric Chevallier, mengunjungi pusat kota Hama, yang terletak 210 kilometer dari utara Damaskus, yang memicu kemarahan di ibukota.
Kunjungan mereka berlangsung di tengah ketakutan akan tindakan keras berdarah setelah shalat Jumat oleh pasukan Assad yang memerintahkan pasukannya untuk mengepung kota dengan tank.
“Kami menjadi sasaran serangan yang berlangsung tiga setengah jam oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan para demonstran namun tampak dipersiapkan dengan baik,” kata Chevallier.
Para penyerang melemparkan batu, menghancurkan hampir semua jendela kedutaan, dan mencoba masuk ke dalam kedutaan, keluh Chevallier pada Channel 2 di Paris melalui telepon.
Ketegangan telah meningkat tajam antara Damaskus dan Washington atas respon sengit pemerintah Suriah terhadap aksi protes yang telah berlangsung cukup lama. Para aktivis mengatakan 1.300 warga sipil telah tewas dan 12.000 lainnya ditangkap sejak pertengahan Maret.
“Dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk melakukan serangan semacam ini oleh sejumlah massa terhadap diplomat Amerika dan Prancis serta harta benda mereka, jelas mereka (Assad dan para pendukungnya) berusaha untuk mengalihkan perhatian publik dari apa yang sedang mereka lakukan,” kata Clinton. (althaf/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .