Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 02 Juli 2011

Mengetuk Hati SBY, TKI Hong Kong Kirim 'Surat Berdarah untuk Presiden'

SURABAYA (voa-islam.com) – Tragedi memilukan anak bangsa yang menjadi TKI di Hong Kong, dibukukan dalam buku “Surat Berdarah untuk Presiden,” salah satunya kasus tewasnya Rosminah yang dimangsa anjing setelah tiga hari tidak diberi makan oleh majikan. TKI ingin mengetuk hati Presiden SBY agar bisa merasakan penderitaan rakyatnya yang menjadi buruh di negeri asing, agar mau memberikan perlindungan hukum yang konkret.
Di tengah maraknya pemberitaan miris tentang nasib tenaga kerja Indonesia di luar negeri, Migrant Institute atau juga dikenal dengan 'Sahabat Pekerja Migran'  menghadiahkan dua buah buku kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dua buku berjudul "Surat Berdarah Untuk Presiden" dan "Kepada Yth Presiden RI" itu dititipkan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (1/7/2011). 

Dua buku tersebut berisi kumpulan surat keluh kesah dari para TKI yang bekerja di luar negeri yang jauh dari perlindungan hukum negara asal.
Buku setebal 500 halaman itu berisi 30 tulisan keluh kesah TKI di luar negeri yang menderita karena tekanan majikan. 'Saat mereka tertekan, mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain menulis surat,' kata Direktur Program, Migrant Institute, Ali Yasin.
Salah satu tulisan yang mengenaskan di buku "Surat Berdarah Untuk Presiden" itu mengisahkan seorang TKI asal Kediri, Rosminah (20). Ia tewas secara tragis, dimangsa anjing peliharaan di rumah majikannya di kawasan Tai Po Hongkong, tahun 2008, setelah tiga hari dihukum tanpa makan dan minum.
"Karena Rosminah atau yang biasa dipanggil Minah ini sehari-hari dipekerjakan untuk merawat anjing. Tidurnya pun berdekatan dengan kandang anjing," kata Divisi Advokasi Migrant Institute, Suprapti di Kantor Gubernur Jatim.
Pengalaman tragis Minah lantas direkonstruksi lewat kumpulan surat-suratnya yang pernah dikirimkan ke sejumlah teman. Surat dari Rosminah kemudian dimuat dalam buku "Surat Berdarah untuk Presiden."
Dalam suratnya, Minah bercerita bahwa sejak berada di Hong Kong ia tidak dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, seperti yang dijanjikan, melainkan diminta untuk mengurus anjing. Memberi makan, memandikan serta membersihkan kandang. "Rutinitas itu harus dikerjakan setiap hari," terang Prapti.
Minah juga curhat, ia tak pernah diberi makan dan istirahat layak. Hingga suatu malam, insiden tragis terjadi. Minah yang lupa mengunci pintu kandang diserang anjing buas peliharaan majikan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, Minah kemudian  meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang menyedihkan.
"Wanita itu tidak berdaya, selain tidak pernah makan kenyang, tangannya yang selalu bau makanan anjing membuat anjing menerkamnya," urai Prapti yang juga pernah menjadi TKW di Hong Kong.
anehnya, terkait tragedi Rosminah, versi berbeda disajikan media Hong Kong, Apple Daily. Disebutkan, Rosminah bunuh diri dengan cara mengiris pergelangan tangannya di Kawasan Tai Po, Hongkong. Di tangan korban ditemukan surat yang dijadikan barang bukti. Sedangkan jasadnya dibawa ke Queen Elisabeth Hospital.
Selain kisah Rosminah, banyak kisah lain seperti TKW korban pemerkosaan majikan, korban pemerasan oknum di bandara serta korban penipuan PJTKI.
Ali berharap, melalui buku itu Presiden SBY dapat merasakan penderitaan TKI di luar negeri yang jauh dari perlindungan pemerintah negara asal. “Kami hanya ingin menunjukkan bahwa permasalahan TKI di luar negeri tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengirim Satgas, masalah TKI harus langsung ditangani Kepala Negara,” katanya.
Selain buku 'Surat Berdarah untuk Presiden', LSM yang fokus pada perlindungan dan pemberdayaan buruh migran itu juga menitipkan buku berjudul 'Kepada Yang Terhormat Presiden RI' karya seorang novelis, Pipit Senja. Buku itu juga mengisahkan cerita TKI di luar negeri tapi dengan bahasa sastra yang sangat dominan. [taz/trb, viv]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .