Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 06 Juli 2011

Perang terhadap Islam telah melemahkan ekonomi AS



Hanin Mazaya
Selasa, 5 Juli 2011 07:09:52
Hits: 1645

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Total biaya yang dikeluarkan AS untuk perang di Irak dan Afghanistan ditambah operasi militer terkait di Pakistan telah melebihi angka 4 triliun USD, lebih dari tiga kali jumlah yang telah disahkan oleh Kongres AS dalam satu dekade ini sejak serangan 911.

Jumlah ini secara mengejutkan muncul dari sebuah penelitian oleh akademisi di Universitas Brown baru-baru ini.  Jika pengeluaran Pentagon lainnya, pembayaran bunga atas uang pinjaman untuk membiayai perang dan 400 juta USD diperkirakan telah dihabiskan untuk “perang melawan teror” domestik, total pengeluaran yang sudah dikeluarkan di satu tempat antara 2,3 hingga 2,7 triliun USD.
Dan meskipun perang kini “mulai mereda”, tambahan pengeluaran militer masa depan dan biaya perawatan bagi para veteran perang, maka jumlah uang yang harus dikeluarkan oleh AS akan berada di antara 3,7 hingga 4,4 triliun USD.
Laporan oleh Universitas Brown ini bukan pertama kalinya dilakukan, sebelumnya pada tahun 2008, Harvard pernah melakukan studi serupa yang dilakukan oleh ekonom Linda Bilmes dan Joseph Stiglitz, memperhitungkan bahwa biaya akhir perang akan melebihi 3 triliun USD.  Perbedaannya adalah posisi keuangan Amerika kini telah memburuk.
Tidak seperti kebanyakan konflik sebelumnya, perang kotor Amerika di Irak dan Afghanistan telah hampir seluruhnya dibiayai oleh uang pinjaman yang cepat atau lambat harus dilunasi.
Penderitaan manusia juga sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.  Laporan menyimpulkan bahwa antara 225.000 sampai 258.000 orang telah tewas dalam dua perang tersebut, namun jumlah tersebut bisa jauh lebih tinggi karena Amerika selalu menutupi jumlah korban sebenarnya. 
Bahkan angka-angka tersebut hanya yang berada di permukaan, dalam banyak kasus, seperti tentara yang terluka dan akhirnya cacat atau mereka yang telah meninggal karena kekurangan gizi dan kekuarangan pengobatan tidak diangkat.  “Ketika berhenti bertempur, mereka berada dalam keadaan sekarat,” ujar Neta Crawford, co-direktur studi Universitas Brown.  Tidak sedikit juga pengungsi yang diciptakan oleh perang, sekitar 7,8 juta orang mengungsi dari rumah mereka karena perang, jumlahnya kira-kira sama dengan populasi Skotlandia dan Wales.
Apa yang dicapai Amerika dari pengeluaran tersebut yang kini dipertanyakan.  Dua negeri kaum Muslim yang diserang secara brutal oleh Amerika, Irak dan Afghanistan, kenyataannya demokrasi di sana tidak berkembang dengan baik seperti yang diinginkan AS.
Syeikh Usamah bin Ladin rahimahullah, juga tidak sedikit menyumbang untuk kebangkrutan AS.  Perburuan terhadap dirinya yang dilakukan AS menjadi perburuan termahal sepanjang sejarah.
Jika studi ini benar, selain terpanjang dalam sejarah, maka biaya perang AS yang telah mengalir sejak peristiwa 911, akan mendekati biaya Perang Dunia kedua.
Perlu diingat bahwa Al Qaeda berulangkali menyatakan bahwa salah satu tujuan mereka adalah melemahkan pondasi keuangan dan ekonomi Amerika dan negara Barat.
Sebuah situs berita Cina menulis, kematian Syeikh Usamah bin Ladin merupakan masalah baru, Amerika menjadi ancaman bagi negara-negara Islam.  Situs China.org.cn menuliskan : “Masalah Amerika tidak terhubung dengan bin Ladin.  Amerika mengobarkan perang melawan Islam”.
Situs ini juga mencatat bahwa sentimen anti-AS bukannya melemah namun semakin menguat setiap tahunnya.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .