MOGADISHU (voa-islam.com) - Kelompok pejuang Islam Al-Shabaab hari Rabu menyambut baik deklarasi PBB mengenai kelaparan di daerah-daerah Somalia selatan dan mengatakan, mereka akan mengizinkan upaya bantuan darurat.
PBB secara resmi mengumumkan bahwa Bakool dan Shabelle Hulu, daerah-daerah Somalia selatan yang dikuasai Al-Shabaab, dilanda kelaparan yang mempengaruhi 350.000 orang.
Badan-badan bantuan menarik diri dari Somalia selatan pada awal 2010 setelah ancaman terhadap staf mereka dan aturan semakin keras yang diberlakukan terhadap aktivitas mereka oleh Al-Shabaab, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teror oleh Washington.
Bulan ini, Al-Shabaab mengumumkan, mereka mengizinkan organisasi-organisasi kemanusiaan memberikan bantuan di wilayah yang mereka kuasai.
Namun, kelompok yang terkait dengan Al-Qaida itu memperingatkan, nilai-nilai Islam harus dijaga.
"Bantuan harus diberikan hanya atas dasar kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan rakyat Somalia sebagai muslim harus dihormati," kata seorang pejabat senior Al-Shabaab yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.
..Al-Shabaab mengumumkan, mereka mengizinkan organisasi-organisasi kemanusiaan memberikan bantuan di wilayah yang mereka kuasai..
"Itu berhasil dan langkah bagus ke arah pengiriman bantuan udara ke Somalia. Bantuan itu merupakan yang pertama dalam dua tahun ini," kata Iman Morooka, juru bicara UNICEF untuk Somalia.
Morooka mengatakan, Al-Shabaab "telah memberikan persetujuan dan akses tanpa halangan, dan operasi itu berjalan lancar".
Pengangkutan bantuan itu dilakukan Rabu lalu dan UNICEF siap melakukan pengiriman lagi ke wilayah-wilayah Somalia selatan dan tengah yang dikuasai oleh kelompok pejuang Islam itu.
Al-Shabaab mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.
Kelompok pejuang Islam Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu.
Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai.
(by/ant)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun