Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 20 Juli 2011

Dalam Lima Tahun 800 Pemuda dan Anak Ditahan Zionis



Hidayatullah.com--Selama lima tahun terakhir, militer Zionis Israel telah menahan lebih dari 800 pemuda dan anak-anak Palestina yang melempari batu pada tentara Zionis, kemudian menginterogasi dan memenjarakan banyak dari mereka, kata kelompok hak asasi dalam sebuah laporan yang dirilis Senin (18/7).

Laporan 70 halaman yang berisi statistik militer dan hasil wawancara, kelompok hak-hak asasi Israel B'Tselem menghitung setidaknya 835 anak di bawah umur ditahan dari tahun 2005 sampai awal 2011, termasuk 34 anak-anak berusia 13 tahun, bahkan lebih muda lagi.

Dalam kasus terburuk, B'Tselem menyebutkan, seorang anak berusia 8 tahun ditangkap di Tepi Barat pada bulan Februari.

Tentara membebaskan anak itu setelah menyadari dia bukan anak yang mereka cari-cari, melainkan anak yang berusia 9 tahun. Pasukan kemudian memborgol anak 9 tahun itu, ditutup matanya, dan membawanya ke pusat penahanan tempat ia diinterogasi dan ditahan selama lima jam, menurut laporan tersebut. Pasukan Israel akhirnya membebaskan anak itu setelah memutuskan dia masih di bawah umur.

B'Tselem menyatakan, dalam upaya pemerintah Israel menegakkan hukum (versi penjajah), para tentara melakukan penggrebekan malam hari, memborgol, menutup mata, interogasi, dan penolakan akses ke pengacara untuk anak-anak selama berjam-jam, yang seringkali tidak proporsional terhadap tindakan anak-anak Palestina tersebut.

"Pihak berwenang perlu menegakkan hukum, tetapi mereka harus melakukannya dengan cara yang halal yang sesuai dengan tindakan dan orang-orang melakukan tindakan itu," kata penulis laporan itu, Naama Baumgarten-Sharon.*
Sumber : AN
Red: Syaiful Irwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .