Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 17 Juli 2011

KAMMI: “SBY Gagal, Mundur atau Percepat Pemilu!”


Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI): “SBY GAGAL, MUNDUR ATAU PERCEPAT PEMILU!”
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tanpa harus berburuk sangka, dengan mata kepala sendiri kita bisa menyaksikan pemerintahan dibawah komando SBY-Budiono masing silang sengkarut dalam perangkap jebakan kepentingan elit dan tidak kunjung memberikan kita seberkas saja harapan untuk optimistis. Selama hampir dua tahun, gunungan problem tidak pernah bisa diselesaikan.

Mulai dari masalah kesejahteraan rakyat kecil yang tak terurus. Pertumbuhan ekonomi yang sering dibanggakan hanya ilusi. Faktanya, hanya segelintir orang atau kelompok yang menikmati pertumbuhan ekonomi tersebut dan bercokol dipuncak menara kemiskinan yang kian meresahkan.
Standar kemiskinan Badan Pusat Statistik yang selama digunakan pemerintah untuk melakukan propaganda dan penyesatan, ternyata sangat bias. Hingga kini pemerintah masih mengunakan standar kemiskinan di bawah 1 dollar AS, padahal negara tetangga seperti Malaysia telah menerapkan standar 2 dollar AS atau sesuai standar Bank Dunia (World bank).
Dengan standar penghasilan 1 dollar AS atau kurang lebih Rp.9.000 per hari dengan kurs Rp. 9.000/dollar, di tengah lonjakan harga yang tidak mampu dikendalikan oleh pemerintah, rakyat bisa beli apa? Sebuah marginalisasi angka yang kamuflase!
Hal ini tentu tidak lepas dari ketidak jujuran (kebohongan) pemerintah bahwa Indonesia masih memiliki penduduk miskin tidak kurang 59,4 juta orang, berdasarkan purchasing power parity World Bank. Bahkan sejumlah lembaga mencatat angka real kemiskinan Indonesia mencapai 117 juta orang. Maka tragedy Ruyati, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi adalah contoh kecil salah satu potret buram kemiskinan Indonesia dan kelalaian peerintah.
Sementara itu, dari sisi supremasi hukum, janji-janji pemerintahan bersih yang sering dikampanyekan SBY dari podium ke podium, hanya isapan jempol belaka. Berbagai kasus tidak pernah usai hingga kini. Mulai dari Skandal Century, Rekenig Gendut Polri, Mafia Pajak, Mafia Hukum dan kini Mafia Pemilu.
Tragisnya, partai yang didirikan SBY dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina, partai Demokrat menjadi bungker bagi sejumlah pelanggar hukum. Setidaknya tidak kurang dari 10 elit Demokrat dari tingkat DPP hingga DPD yang terlibat korupsi. Mulai dari As’ad Syam, Yusran Aspar, Sarjan Tahir, Moch Salim, Yusak Yaluwo, Amrun Daulay, Agusrin Maryono Najamudin, Nazaruddin, dan Murman Effendi.
Jika partai yang getol mengkampanyekan korupsi saja sudah menjadi rumah nyaman bagi koruptor, maka matilah harapan pemerintahan bersih yang selalu didengung-dengungkan itu.
Kinerja kabinet pragmatis yang dibentuk atas konsesi power sharing oleh SBY pun tidak menunjukkan kinerja positif. Bahkan rilis terakhir dari Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), menunjukkan, kondisi Indonesia makin terpuruk dan tak kunjung menunjukkan sinyal perbaikan kesejahteraan rakyat. 50 persen instruksi Presiden tidak dipatuhi oleh para menteri yang terdiri dari bebagai latar belakang parpol dan kepentingan. Reshuffle yang sering didengung-dengungkan, pun tidak akan mampu memperbaiki kinerja kabinet karena adanya tarik menarik kepentingan.
Selain eksekutif, saat ini legislative kita juga bermasalah. Hasil pemilu pada 2009 yang lalu dipertanyakan legitimasinya. Terungkapnya skandal “surat palsu” MK yang berakar dari kisruh di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ternyata menjadi tempat bercokolnya mafia pemilu mengindikasikan bahwa banyak kursi haram di DPR. Berdasarkan data, diduga tidak kurang dari 16 kursi haram yang ada disenayan berdasarkan pengaduan mereka yang dicurangi. Menurut kami, ini hanyalah gunung es, ada banyak kasus lain yang belum terungkap.
Jika pemilu yang merupakan satu-satunya instrument politik yang digunakan dalam proses sirkulasi kepemimpinan politik sudah dipenuhi kecurangan, maka dengan temuan temuan kecurangan tersebut, kepemimpinan hasil pemilu 2009 secara otomastis tidak lagi legitimate!
Maka rangkaian kebohongan-kebohongan dan janji-janji palsu Pemerintahan SBY dan permasalahan di legislatif sudah cukup menjadi alasan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menyerukan secara moral kepada seluruh rakyat Indonesia untuk :
  1. MENDESAK KEPADA PRESIDEN SBY YANG TELAH GAGAL MEMIMPIN INDONESIA UNTUK SEGERA MENGUNDURKAN DIRI DAN MEMBUBARKAN KABINET untuk kemudian dibentuk dewan rakyat sebagai bentuk peralihan pemerintahan.
  2. MENDESAK KEPADA PRESIDEN SBY, DPR UNTUK SEGERA MEMPERCEPAT PEMILU. Baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Anggota Legislatif. Reformasi Jilid II.
Dan untuk menyikapi kerisauan ini maka, seluruh pengurus KAMMI Se-Indonesia akan berkordinasi pada tanggal 18-22 Juli di Bandung.
Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga menjadi perhatian kita semua.
Dikeluarkan di : Jakarta
Pada tanggal : 14 Juli 2011 M
Pengurus Pusat
KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (PP KAMMI)
Muhammad Ilyas, Lc.
Ketua Umum
CP :
  • Sugeng Wiyono (Wakil Ketua Umum PP KAMMI)
  • Eric Setiawan (Ketua PP KAMMI bid Komunikasi) 081806666926
Pimpinan KAMMI Pusat
Jalan Gugus Depan Nomor 2 Rt. 03 Rw. 02, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur
Telepon, E-mail: 085217716673/021-83262566, pp.kammi@gmail.com, kesekjendnan@gmail.com,http://www.kammi.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .