Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 16 Juli 2011

Kaitkan Bom Bima dengan Ceramah Habib Rizieq, Polisi Sakiti Umat Islam

JAKARTA (voa-islam.com) – Penetapan CD ceramah Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab sebagai barangbukti dari TKP Pondok Pesantren Umar Bin Khatthab Bima, dinilai sebagai tindakan yang menyakiti hati umat Islam.

Mabes Polri, telah mengumumkan hasil perolehan barangbukti di TKP bom Pondok Pesantren Umar Bin Khatthab, Bima, Nusa Tenggara Barat. Kepada wartawan, Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Untung Yoga Ana menyebut ada beberapa barangbukti antara lain 9 buah bom molotov, 30 lebih anak panah, 2 buah CPU, CD Jihad, golok, kapak, printer, satu buah ponsel, dan satu peti Al-Qur'an dari lokasi pondok.
Menurut Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), menjadikan CD Jihad sebagai barangbukti adalah rekayasa yang dijadikan materi pendukung operasi anti teror. Kesan yang dimunculkan, seolah setiap orang yang menyimpan CD jihad adalah ‘terduga’ teroris.
“CD yang disebut Mabes Polri sebagai CD Jihad, ternyata hanyalah berisi ceramah Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab,” ujar Koordinator ICAF, Mustofa B Nahrawardaya, dalam siaran pers tertulisnya kepada voa-islam.com, Sabtu siang (16/7/2011).
Mustofa menilai polisi ragu-ragu ketika memasukkan CD ceramah Habib Rizieq sebagai barangbukti dalam kasus bom di Pesantren Umar Bin Khatthab Bima.
“Kalau CD ceramah Habib Rizieq dikategorikan sebagai barangbukti polisi yang terkait ledakan bom, lebih tepat apabila saat ini juga polisi menangkap atau menembak mati Habib Rizieq Shihab karena telah menjadi narasumber provokator jihad. Polisi juga bisa menyelidiki lokasi produksi CD jihad, lalu menangkap pemiliknya,” jelas Mustofa yang juga anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah itu. “Sayangnya, polisi tak pernah melakukan itu!” imbuhnya.
Untuk itu, Mustofa mengimbau aparat kepolisian agar beritikad baik dalam menjalankan tugas, dan menghentikan perilaku yang melanggar SARA.
“Pengumuman-pengumuman barangbukti itu malah menyakiti pemeluk Islam dan akhirnya terdengar mengada-ada,” tegasnya. “Polisi sebaiknya menghindari perilaku melanggar SARA, jika memang memiliki niat baik,” imbaunya. [taz]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .