Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 17 Juli 2011

HARLAH NU KE 85 DI JAKARTA MEMACETKAN JALAN PROTOKOL

Jakarta-(Suara Jihad Islam) Sekitar pukul 9.00 WIB keluar dari rumah kosan hendak makan pagi atau sarapan diseputar Jalan Pejompongan V, diujung jalan yang mau ke Jalan Gatot Subroto, persimpangan antara jalan yang mau ke Slipi dan ke Semanggi, beberapa kendaraan tampak melintas berputar. Kendaraan tersebut berasal dari Bendungan Hilir dan Tanah Abang, terpaksa berbalik arah ke Jalan Pejompongan V, disebabkan adanya suatu acara yang diselenggarakan oleh Organisasi Massa Islam yang bernama Nahdhotul Ulama, tengah berhari ulang tahun atau HARLAH yang ke 85 tahun.
beberapa peserta tampak kelelahan, diantaranya ada yang datang dari kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Acara sebenarnya berpusat di Gelora Bung Karno, yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tepat pada Pukul 13.00. Akibat dari acara tersebut masyarakat pengguna jalan dirugikan, karena terpaksa harus mencari jalan alternatif yang ada disekitarnya, seperti  berputar arah kembali ke Palmerah SLIPI dan ada juga yang berputar arah ke Jalan Pejompongn V, kemudian melanjutkan ke Jalan Bendungan Hilir dan tembus ke Jalan Semanggi. Dari pengamatan di lapangan, tak satupun Aparat Kepolisian yang mengatur maupun berjaga-jaga untuk mengalihkan arus lalu lintas yang melimpah di ruas jalan yang terpakai atau terparkir oleh mobil rombongan yang mengikuti acara HARLAH NU ke 85 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Antrian yang panjang berasal dari tumpahan kendaraan  para peserta yang tak tertampung di lapangan. Hal ini kurang diantisipasi oleh Pihak Penyelenggara yang seharusnya bekerjasama dengan Aparat Kepolisian.
Sambil memantau keadaan, Redaksi Suara Jihad Islam berkesempatan berbincang dengan salah seorang peserta untuk menanyakan beberapa hal yang terkait dengan kebijakan Pimpinan NU yakni KH. Said Agil Siradj yang tidak setuju atas diterapkannya Syariat Islam atau Sistem Pemerintahan Khilafah. Nara Sumbernya adalah Bapak Joko yang tinggal di Cikarang, Bekasi,  yang semula tidak setuju adanya Sistem Pemerintahan Khilafah atau Syariat Islam, pada akhirnya setelah dijelaskan  beliau setuju. Dengan alasan Sistem Khilafah atau Syariat dapat menuntaskan segala persoalan, seperti kasus korupsi, perjudian, pencurian dan perilaku maksiat lainnya. Alhamdulillah setelah Redaksi “Suara Jihad Islam” menjelaskan hal ikhwal pemerintahan dengan cara Syariat Islam atau Khilafah, dengan penuh keyakinan beliau akhirnya menyetujui. Amin Ya Allah, salah seorang hambamu sudah memahaminya.

Beberapa mobil yang terparkir di depan Kantor BPK Jakarta, karena penuhnya di tempat acara, terpaksa memenuhi badan jalan di ruas jalan SLIPI-GATOT SUBROTO









Terlihat antrian kendaran Bus yang terpaksa menunggu dan memenuhi ruas jalan di depan Kantor BNI Senayan Jakarta.
Mobil ini terparkir di depan Kantor BNI Senayan, karena tak dapat masuk ke Gelora Bung Karno











Sebagian kecil  peserta yang tak bisa masuk ke Gelora Bung Karno beristirahat sejenak di Taman milik Kantor BNI di Senayan Jakarta Pusat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .