Jakarta-(Suara Jihad Islam) Sekitar pukul 9.00 WIB keluar dari rumah kosan hendak makan pagi atau sarapan diseputar Jalan Pejompongan V, diujung jalan yang mau ke Jalan Gatot Subroto, persimpangan antara jalan yang mau ke Slipi dan ke Semanggi, beberapa kendaraan tampak melintas berputar. Kendaraan tersebut berasal dari Bendungan Hilir dan Tanah Abang, terpaksa berbalik arah ke Jalan Pejompongan V, disebabkan adanya suatu acara yang diselenggarakan oleh Organisasi Massa Islam yang bernama Nahdhotul Ulama, tengah berhari ulang tahun atau HARLAH yang ke 85 tahun.
beberapa peserta tampak kelelahan, diantaranya ada yang datang dari kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Acara sebenarnya berpusat di Gelora Bung Karno, yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tepat pada Pukul 13.00. Akibat dari acara tersebut masyarakat pengguna jalan dirugikan, karena terpaksa harus mencari jalan alternatif yang ada disekitarnya, seperti berputar arah kembali ke Palmerah SLIPI dan ada juga yang berputar arah ke Jalan Pejompongn V, kemudian melanjutkan ke Jalan Bendungan Hilir dan tembus ke Jalan Semanggi. Dari pengamatan di lapangan, tak satupun Aparat Kepolisian yang mengatur maupun berjaga-jaga untuk mengalihkan arus lalu lintas yang melimpah di ruas jalan yang terpakai atau terparkir oleh mobil rombongan yang mengikuti acara HARLAH NU ke 85 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Antrian yang panjang berasal dari tumpahan kendaraan para peserta yang tak tertampung di lapangan. Hal ini kurang diantisipasi oleh Pihak Penyelenggara yang seharusnya bekerjasama dengan Aparat Kepolisian.
Sambil memantau keadaan, Redaksi Suara Jihad Islam berkesempatan berbincang dengan salah seorang peserta untuk menanyakan beberapa hal yang terkait dengan kebijakan Pimpinan NU yakni KH. Said Agil Siradj yang tidak setuju atas diterapkannya Syariat Islam atau Sistem Pemerintahan Khilafah. Nara Sumbernya adalah Bapak Joko yang tinggal di Cikarang, Bekasi, yang semula tidak setuju adanya Sistem Pemerintahan Khilafah atau Syariat Islam, pada akhirnya setelah dijelaskan beliau setuju. Dengan alasan Sistem Khilafah atau Syariat dapat menuntaskan segala persoalan, seperti kasus korupsi, perjudian, pencurian dan perilaku maksiat lainnya. Alhamdulillah setelah Redaksi “Suara Jihad Islam” menjelaskan hal ikhwal pemerintahan dengan cara Syariat Islam atau Khilafah, dengan penuh keyakinan beliau akhirnya menyetujui. Amin Ya Allah, salah seorang hambamu sudah memahaminya.
Beberapa mobil yang terparkir di depan Kantor BPK Jakarta, karena penuhnya di tempat acara, terpaksa memenuhi badan jalan di ruas jalan SLIPI-GATOT SUBROTO
Terlihat antrian kendaran Bus yang terpaksa menunggu dan memenuhi ruas jalan di depan Kantor BNI Senayan Jakarta. Mobil ini terparkir di depan Kantor BNI Senayan, karena tak dapat masuk ke Gelora Bung Karno
Sebagian kecil peserta yang tak bisa masuk ke Gelora Bung Karno beristirahat sejenak di Taman milik Kantor BNI di Senayan Jakarta Pusat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun