Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 15 Juli 2011

Masyarakat & Politisi Barat Makin Geram dengan Jurnalisme Tak Beretika

London (voa-Islam) – Setelah Tabloid News of The World ditutup belum lama ini. Kini giliran Tabloid The Sun digugat para politisi dan banyak keluarga di Amerika Serikat. The Sun yang merupakan bagian dari News Corporation telah melakukan keburukan yang sama., yakni melakukan penyadapan telepon. Korbannya bukan hanya warga biasa, tapi juga politisi dan keluarga kerajaan.
Atas ulah media “spesialis skandal” ini membuat Parlemen Inggris geram terhadap konglomerat Yahudi Rupert Murdoch, menyusul skandal penyadapan telepon oleh sejumlah media miliknya di Inggris. Bisnis Murdoch di Amerika Serikat pun terancam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rupert Murdoch, pemilik sindikat News Corporation, pekan lalu, menutup salah satu tabloidnya yang diterbitkan di Inggris, News of The World yang dituding menyadap percakapan telepon para kerabat tentara Inggris yang gugur di Afghanistan serta keluarga korban serangan teror bom di London pada Juli 2005.
Rupert Murdoch yang berambisi untuk membeli saham perusahaan media massa British Sky Broadcasting (BSkyB) nampaknya harus gigit jari. Saat ini taipan media massa berusia 80 tahun tersebut berupaya menguasai 61 persen saham BSkyB
Tidak main-main, Parlemen Inggris berupaya membatasi bisnis Murdoch dengan menentang rencana Murdoch membeli perusahaan penyiaran BSkyB. Tidak biasanya para anggota parlemen satu suara untuk sepakat mendukung gagasan Partai Buruh agar mendesak Murdoch menarik tawarannya mengambil alih BSkyB.
Perdana Menteri Inggris bersama partai pendukungnya pun menolak pemungutan suara di Parlemen, Rabu (13/7) untuk membahas rencana pembelian aset perusahaan media Ingris tersebut. Selain itu, rencana pembelian tersebut dianggap tidak sesuai dengan kepentingan nasional Ingris.
Murdoch juga diminta menghadap parlemen Inggris untuk menjawab pertanyaan terkait News Corporation, pekan depan. Bukan hanya Murdoch, panggilan juga dilayangkan kepada puteranya, James Murdoch, dan kepala eksekutif News Internationak, Rebekah Brooks.
Jurnalisme Tak Beretika
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris David Cameron berjanji membentuk dewan independent untuk membuat peraturan baru bagi organisasi-organisasi berita Inggris, yang menurutnya telah gagal menjalankan jurnalisme beretika.
Murdoch diingatkan untuk tidak melakukan praktik illegal, seperti penyadapan telepon. Ia diminta agar menghormati privasi warga Amerika. Politikus dari partai demokrat di AS khawatir, penyadapan telepon yang dilakukan News Corp juga akan dialami keluarga korban serangan 11 September 2011 atau warga Amerika lainnya.
Tekanan terhadap News Corp semakin keras setelah mantan Perdana Menteri Inggris  Gordon Brown menuding News International cabang News Corporation menggunakan “para kriminal dan penipu ulung” untuk melanggar privasi  banyak orang dan menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan politik.
Brown rupanya juga menjadi korban penyadapan oleh The Sun, yang berulangkali mencoba mengakses pesan-pesan suara di telepon genggamnya, dan mencuri informasi dari berbagai sumber, mulai dari rekeningnya di bank hingga rekaman medis keluarganya. (Desastian/dbs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .