Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 20 Juli 2011

Rabbani: Afghanistan Bukan Negara Asal Terorisme



Hidayatullah.com--Mantan Presiden Afganistan Burhanuddin Rabbani menegaskan, Afghanistan bukan negara asal terorisme dan tidak pernah melakukan aksi terorisme.

"Terorisme, termasuk di Indonesia, tidak datang dari Afghanistan. Mujahidin justru melawan terorisme," tandas Rabbani di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (19/7).

Rabbani mengemukakan hal itu saat bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri menyampaikan hasil Forum Konsultasi untuk Perdamaian di Afghanistan yang digelar PBNU selama dua hari di Jakarta.

Rabbani mengatakan, selama berperang melawan Uni Soviet dulu, Mujahidin tidak pernah meledakkan kedutaan besar maupun melakukan penculikan terhadap warga negara musuhnya itu.

"Masyarakat Afghanistan justru menjadi  korban dari terorisme itu sendiri," kata Rabbani yang kini memimpin Komisi Perdamaian untuk Afghanistan.

Dikatakannya, gerakan terorisme bukan lahir dari kelompok agama tetapi dilakukan kelompok anti-Islam, dalam hal ini intelijen, yang ditujukan untuk menjelekkan citra Islam.

"Saya pastikan hal ini bersumber dari intelijen. Gerakan ini untuk menjelekkan citra Islam," kata Rabbani.

Alasan memerangi terorisme, kata Rabbani, digunakan pihak Barat untuk mengirim militer ke Afghanistan. "Kami juga tak menghendaki kekuatan asing datang ke Afghanistan. Itu bukan atas permintaan rakyat Afganistan," tandasnya.

Hal sama terjadi di Indonesia. Dalam banyak kasus terasa merupakan upaya untuk menyudutkan umat Islam.

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas, Minggu (17/7) menyatakan, kasus Komando Jihad (KJ) skenario awalnya isu ancaman komunisme di Vietnam terhadap stabilitas Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Sebagai antisipasi, para operator intelijen mendesain KJ, dengan merekrut para mantan anggota Darul Islam (DI) dan ditunjuk pimpinannya H. Ismail Pranoto (Hispram). Belakangan diketahui, KJ dan misinya diskenario oleh Ali Murtopo.

Kemudian KJ direkayasa sebagai organisasi yang mengancam keamanan nasional dengan isu KJ bermaksud akan mengganti Pancasila dengan mendirikan negara Islam, pemerintah yang sah sebagai thogut, sebagai jalan mendapatkan dana dilakukan fa'i atau perampokan dari harta orang-orang kaya. "Teroris sekarang ada kesamaan isunya," ujar dia.*
Sumber : MI, CR-3
Red: Panji Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .