Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 01 Juli 2011

MUI Ngaglik: Waspadai Organisasi Pemecah Belah Umat Islam dan Bangsa

Jum'at, 01 Juli 2011

Hidayatullah.com -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, KH. Dimyathi, menyerukan agar masyarakat memperluas wasasan keilmuannya tentang pentingnya menjaga nilai nilai kebangsaan.
Hal ini mendesak untuk disosialisasikan, sebab menurutnya, saat ini banyak kelompok kelompok yang ditengarai hadir untuk memecah belah persatuan dengan sengaja melakukan tindakan bughat (makar atau memberontak).

Dia menyebutkan, gerakan aliran seperti Ahmadiyah, Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, dan LDII yang santer disebut sebut sebagai organisasi "menyesatkan" akhir-akhir ini agar benar benar dikaji lebih dalam lagi.

"Kita sepakat menyerukan ukhuwah Islamiyah diperkokoh, wawasan kebangsaan ditingkatkan, jangan ekslusif," kata Dimyathi dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Jum'at (1/07/2011).

Dimyathi meminta agar pihak pihak yang dinilai melakukan bughat untuk tidak menutup diri dengan pergaulan luas di masyarakat, apalagi sampai menganggap kafir dan najis orang di luar kelompoknya.

"Mbok, kalau memang begitu, diakui saja lah, tak usah ditutup-tutupi," harapnya.

Terkait kesimpulan pertemuan antara Forum Ruju' Ilal Haq (FRIH) dengan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) yang digelar di Kantor MUI Kecamatan Ngaglik, Jalan Kaliurang KM.9, Rabu (29/06) lalu, Dimyathi mengaku pihaknya akan terus melakukan kajian lanjutan.

"Kami melihat paradigma baru ini masih ada. seperti praktik nikah, anggapan najis, dan lain lain. Tapi kita tetap ikut keputusan MUI Pusat nantinya." katanya.

Ia menyerukan untuk memperjelas kasus ini agar semua pihak bisa terbuka dan tidak menutup-nutupi realitas yang ada di dalam internal kelompok.

Pertemuan Nyaris Ricuh
Sementara itu, kericuhan sempat terjadi dalam pertemuan antara FRIH dan LDII di Kantor MUI Kecamatan Ngaglik, Jalan Kaliurang KM.9, Rabu lalu.

Kericuhan itu berawal ketika perwakilan FRIH, Muhammad Rusli, dalam awal penyamapaiannya mengatakan siap bersumpah diazab oleh Allah kalau penuturannya tentang LDII adalah bohong. Pernyataan Rusli itu langsung disambut riuh gemuruh ucapan "Aamiiiiin" dari massa LDII.

Di hadapan MUI dan Muspika Kecamatan Ngaglik, ini Rusli menjelaskan hubungan Islam Jamaah dan LDII. Perwakilan FRIH Gorontalo ditemani Imam dari FRIH Jakarta ini juga menyerahkan bukti berupa 10 lembar print out foto Imam Islam Jamaah Sulthon Aulia dan Wakil Imam-Imam Islam Jamaah yang sedang berfoto bersama Ketua LDII Abdullah Syam.

Saat bukti bukti itu disodorkan ke MUI, massa LDII langsung merangsek maju ke arah Rusli dan memperebutkan lembaran-lembaran itu. Alhasil, pihak MUI hanya bisa mendapatkan 2 lembar dokumen.

Akhirnya suasana sudah mulai tidak kondusif. Massa LDII yang ramai membuat Rusli kesulitan menyelesaikan kesaksiannya karena kerap kali dipotong oleh suara suara gaduh massa itu yang akhirnya membuat acara audiensi ini berlangsung ricuh.

Pada kesempatan tersebut, Rusli menceritakan pengalaman dan persaksian pribadinya selama menjadi muballigh Islam Jamaah/LDII. Rusli mengatakan bahwa Paradigma Baru itu tidak benar.

Sebelum Rusli menyampaikan kesaksiannya lebih lanjut, MUI memberikan kesempatan kepada Pihak LDII untuk menyampaikan pendapatnya. Perwakilan LDII Kabupaten Sleman, Sugiarto, mengatakan bahwa LDII sudah memiliki paradigma baru yang tak lagi melakukan takfiri (mengkafirkan di luar kelompoknya).

Tekanan mental itu masih berlanjut. Ketika pulang usai acara, Rusli dan Imam terpaksa memutar balik ke arah Polsek Ngaglik karena melihat mobilnya terus dibuntuti oleh 8 orang bersepeda motor.

Ketua MUI Kecamatan Ngaglik, H. Dimyathi, kepada korban mantan Islam Jamaah berpesan agar supaya banyak berdoa dan terus nasehat menasehati. Dimyati juga menghimbau agar LDII bisa memberikan bukti jika telah memegang paradigma baru.

"Yang penting kenyataannya, kalau memang mengaku sudah berparadigma baru, ya buktikan saja," kata Dimyathi.

Acara yang diselenggarakan oleh MUI Kabupaten Sleman, ini dihadiri oleh MUI, Kantor Urusan Agama (KUA), Muspida, dan ta’mir masjid dari 4 Kecamatan.

Dalam acara pertemuan ini FRIH mendapat undangan resmi jauh hari sebelum acara. Sementara pihak LDII yang sebelumnya tidak diundang, meminta diri agar diundang, yang akhirnya dikabulkan oleh pihak MUI.

“Pihak LDII sebelumnya tidak diundang, namun mereka minta diundang, akhirnya kami izinkan, namun kami tidak tahu kalau yang datang sebanyak ini", terang Dimyati menambahkan.

Untuk mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan, Imam dan Rusli pun mendapatkan pengawalan dari pihak Polsek Ngaglik semenjak siang itu hingga sore, sampai akhirnya dikawal menuju Stasiun Kreata Api Maguo, Yogyakarta.

Sementara itu, pihak LDII membantah keras jika Islam Jamaah ada kaitannya dengan organisasi mereka. Dinyatakannya bahwa LDII tidak ada hubungannya dengan Islam Jama’ah dan atau ajaran terlarang lainnya.

"LDII adalah ormas Islam yang legal, berdasarkan Undang-undang, berasaskan Pancasila, setia dan ta’at kepada Pemerintah NKRI yang sah," demikian bantahan itu dikutip dari laman resmi LDII Pusat.*
Rep: Ainuddin Chalik
Red: Cholis Akbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .