Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 31 Juli 2011

Mufti Dubai: Ramadhan Bukan Waktunya Bermalas-malasan

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI - Seorang sarjana Islam mengatakan, bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk berbuat lebih banyak, bukan untuk bermalas-malasan atau tidak aktif. 
"Tidak ada dasar bagi siapa pun mengklaim karena mereka sedang berpuasa, mereka bersantai-santai atau mengambil lebih banyak waktu libur," kata Dr Mohammed Al Qubaisi, Mufti besar di Urusan Islam dan Amal Departemen Kegiatan di Dubai.

"Anda tidak akan mendapatkan banyak dari Ramadhan jika Anda tidak aktif," katanya lagi mengingatkan.

Dr Al Qubaisi mengatakan bulan suci Ramadhan tidak dimaksudkan untuk memaksakan atau
menyengsarakan mereka yang sedang berpuasa. Ia menceritakan, ketika itu Nabi Muhammad SAW mendatangi seklompok pemuda yang tengah duduk-duduk.

Ketika itu Nabi bertanya apa yang salah, mereka mengatakan mereka berpuasa dan lemah. Nabi menyuruh mereka untuk berbuka dan membayar utang pausanya kemudian. "Siapa saja yang menghadapi kesulitan sepanjang hari yang membahayakan kesehatan mereka dapat berbuka dan utang puasanya itu nanti," kata Dr Al Qubaisi.

"Untuk buruh atau mereka yang bekerja di luar, setiap saat mereka merasakan tekanan atau kesulitan ketika mereka harus berbuka puasa. Mereka tidak diizinkan untuk melanjutkan puasanya jika membahayakan hidup dan kesehatan mereka," tuturnya.

Dengan pengecualian orang yang telah disarankan untuk tidak berpuasa oleh dokter, semua Muslim harus berpuasa. Wanita hamil dan menyusui harus berpuasa kecuali itu membahayakan mereka atau kesehatan bayi mereka.

"Untuk mereka yang mengidap penyakit kronis dan orang tua tidak diharuskan cepat berbuka, tetapi mereka harus memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari," kata Dr Al Qubaisi.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: www.thenational.ae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .