Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 03 Juli 2011

Pelaku pembunuh polisi Bima diperiksa

Rasul Arasy
BIMA (Arrahmah.com) – Pelaku pembunuh anggota polisi Bripka Rokhmad di Mapolsek Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, Umar Saban Abdurahman, 18 tahun, diperiksa di Markas Polres Bima, pada Sabtu (2/7/2011) siang.
Umar diperiksa terkait pembunuhan yang dilakukannya pada Kamis (30/6) dini hari lalu. Umar terlihat “baik” meski sempat beredar kabar bahwa dia telah lumpuh karena dianiaya polisi. Pemeriksaan berlangsung sangat tertutup. Tidak satu pun petugas di Polres Bima mau memberikan keterangan terkait pemeriksaan ini.

Sementara itu orangtua dan tiga adik serta kakak Umar hingga kini masih mengamankan diri di Mapolres Bima karena khawatir pulang ke rumah.
Sebelumnya, Brigadir Rohkmad, anggota Reskrim Polsek Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas dibunuh oleh Umar yang merupakan salah seorang santri di Pesantren Khilafiyah Umar bin Khatab, Sanolo, Sila, pada Kamis (30/6).
Saat kejadian korban sedang piket di Mapolsek Bolo. Almarhum sebenarnya tengah piket bersama empat temannya. Tapi, sebelum kejadian ia berada di ruang piket seorang diri. Tiba-tiba pelaku datang dan berpura-pura akan memberikan laporan. Namun tanpa binyak bicara pelaku langsung menusuk perut dan kepala korban hingga tewas di tempat kejadian.
Anggota polisi tersebut sempat melakukan perlawanan hingga didengar tiga anggota polisi lain yang juga sedang piket. Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dengan ketiga anggota polisi itu. Bahkan salah seorang anggota polisi nyaris tertusuk.
Hingga kemudian, pelaku dapat dibekuk dan langsung dibawa ke Mapolres Bima untuk dimintai keterangan. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, seperti jaket berlumur darah dan sangkur yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.
Kapolres Bima. AKBP Fauza Barito, mengklaim bahwa dari pengakuan pelaku, ia membunuh korban karena diperintah Tuhan dan menganggap semua polisi kafir.
Pascakejadian ini, puluhan polisi bersenjata lengkap dari Polres Bima disiagakan di lokasi. Pasalnya hingga berita ini diturunkan polisi masih memburu dua teman pelaku yang digambarkan memakai jubah dan berjenggot. Polisi mengklaim bahw akeduanya sempat dilihat hilir mudik di sekitar Mapolsek beberapa jam sebelum pembunuhan terjadi. (lptn/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .