Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 13 Juli 2011

Bom Meledak di Pesantren Umar Bin Khatab Lombok

Hidayatullah.com—Sebuah ledakan bom terjadi di lingkungan Pondok Pesantren (ponpes) Umar Bin Khatab Desa Sanolo, Kecamatan Sila, Bima, NTB yang terjadi Senin (11/07/2011), pukul 15.30 kemarin. Bom ikut menewaskan seorang santri setempat. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus meledaknya bom di Ponpes tersebut. 
Bom rakitan yang meledak itu  ikut menelan korban  seorang bendahara di Ponpes bernama Firdaus.

Belum diketahui pasti ledakan yang terdengar hingga radius 1 kilometer itu berasal dari bahan peledak jenis apa. Namun, melihat kepulan asap di lokasi kejadian dan kerasnya suara, polisi menduga kuat itu berasal dari bom rakitan.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein mengatakan, polisi sejak Senin malam telah berusaha untuk masuk dan menyelidiki peristiwa itu. Namun, hingga Selasa (12/07/2011) malam sekitar pukul 19.00 WITA, polisi belum juga berhasil masuk. Mereka dihadang puluhan santri yang membawa panah dan parang.

Kabid Penerangan Umum Humas Polda NTB, AKP Sudjoko menambahkan, untuk penyelidikan dan pengamanan lokasi, Polda NTB telah menempatkan satu peleton pasukan dari Brimob dan Dalmas dibantu satuan TNI di sekitar lokasi ledakan. Polda juga mengirim unit Satuan Tugas Khusus Gabungan dari Satuan Reserse dan tim penjinak bom.

“Sejauh ini kami masih menerapkan pola preventif dan preemtif. Tapi jika sikap preventif dan preemtif ini tidak lagi dihargai, maka polisi akan tempuh upaya penegakan hukum secara represif,” sebut Sudjoko.

30 Juni lalu, sebelum adanya ledakan, Sa’ban Abdurrahman (18), seorang santri pesantren Umar Bin Khattab ditahan Polda NTB karena membunuh seorang anggota Polsek Bolo, Brigadir Rokhmat.

Polisi mengaku memberikan perhatian lebih kasus ini lantaran Ponpes Umar bin Khattab di Bolo itu merupakan tempat pendidikan Sa’ban.

Mabes Polri menengarai bom yang meledak di Pondok Pesantren Umar bin Khatab akan digunakan menyerang polisi. Namun, bom tersebut keburu meledak pada Senin sore kemarin.

“Bom yang meledak diduga sudah berada di dalam, bukan dibawa dari luar. Diduga bom ini bom rakitan yang nantinya akan digunakan untuk menyerang polisi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri dilansir situs Okezone.com.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD NTB Drs Nurdin H.M Yakub dikutip Global FM Lombok, Mataram   klaim dan tuduhan adanya kelompok garis keras atau kelompok ekstrem dimanapun di Indonesia keberadaan mereka pasti ada. Hanya saja menurutnya, aktifitas mereka sering dipolitisasi sehingga perlu dibuktikan secara fakta dilapangan apa yang sesuungguhnya yang sedang mereka lakukan.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat NTB jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang berkembang belakangan ini terkait dengan dugaan terjadinya aktifitas “teroris” di NTB khususnya di wilayah Bima.

Sementara itu ribuan warga Desa O O, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, siang kemarin berkumpul di jalan dekat kediaman Firdaus. Mereka memblokade jalan setempat untuk menuntut agar jenazah Firdaus segera dipulangkan.*
Sumber : sur/glb/okz
Rep: CR2
Red: Cholis Akbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .