BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Kamis, 21 Juli 2011
Polisi Belum Dipercaya, 90 Persen Tindakan Buruk Polri Dilakukan Bintara
Menurut anggota Kompolnas, Novel Ali, hasil penelitian yang dilakukan lembaganya memperlihatkan bahwa polisi pada level Bintara belum memahami polisi demokratis dan polisi modern. Penelitian itu dilakukan terhadap responden yang pernah berurusan dengan polisi di tingkat sektor (Polsek).
Perlakuan buruk itu, menurut Novel, memperlihatkan reformasi di tubuh Polri belum sepenuhnya berhasil menciptakan polisi modern yang menghormati hak asasi. “Grand strategy Polri sudah memasuki tahun keenam, namun polisi masih sulit menjaga komitmen menghormati hak asasi,” kata Novel di hadapan perwira Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada acara seminar “Refleksi, Evaluasi dan Visi Grand Strategi Polri” di Medan, Rabu (20/7/2011).Seharusnya, kata dia, strategi besar Polri itu sudah memasuki tahap kemitraan sejak 2010. Namun, tahap itu sulit dilakukan karena tahap pertama sejak 2005, yakni kepercayaan publik, masih terus bermasalah. “Polisi belum dipercaya karena berbagai tindakan yang diperlihatkan pada Bintara ketika menangani perkara,” kata Novel.
Meski perlakuan buruk sering dilakukan Bintara, kata Novel, bukan berarti perwira polisi tidak pernah melakukan tindakan buruk. “Grand strategy Polri harus diubah dengan pendekatanbottom up dari Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri agar wajah polisi berubah menjadi dipercaya masyarakat,” kata Novel.
Sementara itu, Koordinator Staf Ahli Kapolri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang, mengatakan polisi demokratis harus memperhatikan empat hal, yakni prioritas pelayanan, bertindak sesuai ketentuan hukum, melaksanakan tugas dengan prinsip akuntabilitas, serta melindungi hak asasi dan transparan. “Jika masih ditemukan anggota polisi berlaku buruk saat bertugas, itu akses dari reformasi Polri yang masih terseok-seok,” kata Aritonang.
Salah satu kesulitan Polri, ujar Edward, yaitu mengubah mind set dan culture set bintara agar bertindak terukur saat bertugas. “Tugas Mabes Polri terbesar saat ini menyiapkan pola rekrutmen, pendidikan, dan pengaturan tugas sebagai polisi demokratis,” ujar Aritonang. [silum/tin]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun