Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 11 Agustus 2011

'Manusia Kanibal' Sumanto Lebih Mulia dari Anda, bila Anda Enggan Sedekah


PURBALINGGA (voa-islam.com) – Siapa yang tak kenal Sumanto? Manusia seantero negeri ini pasti mengenal namanya. Beberapa tahun silam, publik digeberkan dengan berita tak lazim, pria warga Purbolinggo ini memiliki kebiasaan memakan mayat.
Di balik kesan angker, sadis dan menjijikkan yang disandangnya, ternyata ‘si manusia kanibal’ Sumanto memiliki akhlak mulia: gemar bersedekah. Jika kita yang manusia normal ini pelit dan enggan bersedekah, maka kesalihan kita tak lebih baik dari Sumanto. Na’udzubillah min dzalik.
Di bulan puasa Ramadhan, Sumanto, selalu kebanjiran rezeki. Ia sering diundang menjadi bintang tamu bersama Haji Supono Mustajab, pemilik Pesantren sekaligus Balai pengobatan: Wisma Rehabilitasi Mental dan Narkoba di Purbalingga.
Meski hanya duduk di panggung mendampingi Ustadz Supono yang memberikan ceramah agama, masyarakat selalu datang karena penasaran dengan Sumanto. “Kalau ada Sumanto, pengajiannya selalu ramai,” kata Supono, Rabu (10/8/2011).
Tak bisa dipungkiri, kehadiran Sumanto dalam pengajian yang diasuh Ustadz Supono, adalah magnet tersendiri bagi jamaah. Mereka sangat antusias dan penasaran ingin melihat secara langsung sosok Sumanto, si manusia pemakan mayat yang kini sudah bertaubat.
....Sumanto rela memberikan rezekinya itu untuk disumbangkan kepada pengemis dan pengamen...
Menurut Ustadz Supono, sekali pengajian infak yang bisa dikumpulkan melejit mencapai Rp 9 juta. Dari infak tersebut, Sumanto tentu mendapatkan bagian berupa honor.
Uniknya Sumanto rela memberikan rezekinya itu untuk disumbangkan kepada pengemis dan pengamen. Namun Supono tidak memerinci berapa banyak sumbangan yang diberikan Sumanto untuk bersedekah itu.
So, jangan kalah sama Sumanto. Melalui momen bulan Ramadhan ini, mari kita suburkan motivasi berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit. Ingatlah akan keutamaan sedekah: penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; bagai sebutir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai seratus biji. [taz/tin]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .