Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 11 Agustus 2011

Bahaya mudik dengan sepeda motor


LAMPUNG (Arrahmah.com) – Kepolisian Resor Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengimbau pada pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh agar tidak menggunakan sepeda motor karena sangat rawan kecelakaan.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bahagia Dachi, di Kalianda, Kamis (11/8/2011) menjelaskan bahwa kendaraan roda dua didesain bukan untuk menempuh perjalanan jarak jauh sehingga pemudik akan jauh lebih aman jika menggunakan kendaraan penumpang.
Selain itu berkendara roda dua menyebabkan lelah di perjalanan yang menyebabkan  keseimbangan pengendara terganggu dan dikhawatirkan memicu hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.
“Lebih berbahaya lagi bagi pemudik yang membawa keluarga dan anaknya serta barang bawaan,” terangnya.
Selain itu, pemudik roda dua sangat berbahaya saat melintasi jalan padat arus lalu lintas bersama kendaraan ukuran besar lainnya sementara dengan bawaan berat dan berboncengan kendaraan menjadi “limbung” saat bermanuver dan sulit dikendalikan pengendara.
Kendaraan roda dua juga mudah tergelincir saat permukaan badan jalan licin karena hujan, serta mudah oleng saat melintas permukaan jalan yang tidak rata di sepanjang jalur mudik.
“Sebagian besar kecelakaan lalu lintas dialami oleh pengendara roda dua saat angkutan Lebaran berlangsung,” terang dia.
Meskipun demikian, pihak kepolisian menerima penitipan kendaraan roda dua bagi pemudik yang akan menyeberang atau setelah menyeberang di Pelabuhan Bakauheni di Mapolres Lampung Selatan.
Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Heru Purwanto, mengatakan, jumlah penumpang berupa sepeda motor yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tujuan Merak, Banten, diperkirakan meningkat hingga mencapai 60.000 unit pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2011.
Pada 2009 jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 53.521 unit, dan pada 2010 sebanyak 55.816 unit. “Pada 2011 diprediksi akan mencapai 60.000 unit. Peningkatannya diperkirakan antara 10 sampai 15 persen dibandingkan dengan saat arus mudik dan balik Lebaran tahun lalu.
Heru mengungkapkan, pengguna sepeda motor saat arus mudik dan balik Lebaran setiap tahun terus meningkat, sehingga jumlah kendaraan pasti bertambah ketika menyeberang dari Sumatera ke Pulau Jawa.  (ans/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .