Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 15 Agustus 2011

Ex-Petinggi Ikhwan Dirikan Partai Keadilan dan Pembangunan ala Turki di Mesir


Seorang mantan petinggi Jemaat Al-Ikhwan Al-Muslimun (Ikhwan) Mesir, Khaled El-Zafarani, berinisiatif untuk mendirikan partai baru dengan membawa nama dan lebel Partai Keadilan dan Pembangunan (Hizb al-Adalah wa al-Tanmiyah) ala AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) Turki.
Sejak tahun 2005 silam, El-Zafarani, tokoh Ikhwan yang berdomisili di kota Alexandria, Mesir, pernah mengajukan ke Mahkamah Mesir untuk mendirikan sebuah partai yang membawa nama "Partai Keadilan dan Pembangunan". Namun, saat itu, Mahkamah Mesir menolak pengajuan El-Zafarani karena El-Zafarani merupakan anggota jemaat Ikhwan.
El-Zafarani pun kembali mengajukan proposal pendirian partainya setelah revolusi 25 Januari lalu, yang menumbangkan rezim Mubarak. Mahkamah Mesir pun mengajukan proposal El-Zafarani dan kini Partai Keadilan dan Pembangunan Mesir pun tengah dalam proses pembentukan.
Dalam wawancaranya dengan kantor berita Turki Anadolu (13/8), El-Zafarani mengatakan partainya akan memulai rangkaian aktifitas politik pada September mendatang.
Dikatakannya, dirinya sangat antusias memantau dan mengikuti jejak langkah AKP Turki yang sukses menghasilkan berbagai perubahan dan pembangunan sejak memerintah Turki pada 2002 silam.
El-Zafarani juga mengaku takjub dengan sistem kelola dan manajemen AKP yang rapi, serta kemampuan AKP dalam mendialogkan antara Islam dan modernitas dan demokrasi.
Sebenarnya, para petinggi Jemaat Ikhwan di Mesir telah membentuk partai baru bernama Partai Keadilan dan Kemerdekaan (Hizb al-Adalah wa al-Hurriyyah).
Tak hanya Ikhwan, Salafi Mesir pun tak ketinggalan untuk mendirikan partai dan siap meramaikan pesta pemilu Mesir yang menurut rencana akan digelar akhir tahun ini. Salafi bahkan memiliki partai lebih dari satu (ags/and)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .