Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Rabu, 17 Agustus 2011

Ikhwan Secara Terbuka Kecam Pengadilan Militer untuk Warga Sipil Mesir


Wakil Mursyid Ikhwanul Muslimin, Mahmud Izzat, telah menyatakan, menurut situs resmi organisasi, bahwa Ikhwan menentang pengadilan militer terhadap warga sipil, dengan alasan tindakan itu adalah inkonstitusional dan melanggar deklarasi PBB tentang hak asasi manusia.
Izzat mengatakan bahwa Ikhwan menjadi pihak yang paling dirugikan di masa lalu oleh pengadilan militer untuk sipil dan ratusan anggotanya telah dimasukkan ke dalam penjara sebagai akibatnya. Dia menambahkan bahwa setelah revolusi, pengadilan tersebut harus tidak ada lagi.
Izzat menyatakan bahwa Ikhwan terganggu oleh kenyataan bahwa lebih dari sepuluh ribu warga sipil telah menerima hukuman penjara oleh pengadilan militer dalam enam bulan terakhir. Mereka dihukum oleh militer harus dirujuk ke penuntutan sipil, ia menambahkan.
Pernyataan Ikhwan mengatakan bahwa peran militer sebagai pelindung bangsa sangat dihargai dan bahwa perannya sebagai penguasa transisi negara harus dilakukan dengan cara politik yang sesuai; yang didasarkan pada dialog, toleransi dan menghormati kebebasan.
Kelompok-kelompok Islam sebagian besar diam mengenai peradilan militer terhadap warga sipil, sementara kelompok politik lain dan tokoh masyarakat sangat kritis terhadap hal itu. Namun, pada Selasa kemarin (16/8), calon presiden dari kubu Islam, Syaikh Hazem Abu Ismail, mengungkapkan kemarahannya atas dakwaan yang dihadapi oleh aktivis, Asmaa Mahfouz, yang menerima pengadilan militer. Dia mengutuk pengadilan militer terhadap sipil.
Ini adalah pertama kalinya Ikhwanul Muslimin mengumumkan keberatan mereka atas pengadilan militer terhadap warga sipil.(fq/alahram)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .