BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Rabu, 24 Agustus 2011
Duh, Pemberontak Libya Meminta Bantuan Pemerintah Israel
YERUSALEM (voa-islam.com) – Di balik pertumpahan darah di Libya ternyata ada campur tangan Israel. Pasalnya, pemberontak di Libya meminta bantuan kepada pemerintah Israel untuk menggulingkan Muammar Qaddafi dan keluarganya dari kekuasaan yang telah mereka genggam selama 42 tahun.
“Kami meminta Israel menggunakan pengaruhnya di masyarakat internasional untuk mengakhiri rezim tirani Qaddafi dan keluarganya,” kata Shabani dalam wawancara lewat telepon dengan wartawan Haaretz.
Saat ini, kelompok pemberontak telah menguasai hampir seluruh ibu kota Tripoli, termasuk Bab al-Aziziyah, yang merupakan kompleks kediaman keluarga Qaddafi. Namun, hingga kini, pemimpin berusia 69 tahun itu belum diketahui nasibnya.
Saif al-Islam, putra kedua Qaddafi, yang sempat dinyatakan ditahan oleh kubu pemberontak, mengaku ayahnya dalam keadaan selamat dan masih berada di Tripoli. Ia diyakini bersembunyi di dalam serbuan bunker di luar ibu kota.
Shabani, 43 tahun, adalah anak mantan menteri di pemerintahan Raja Idris yang digulingkan Qaddafi pada 1969. Setelah pergantian kekuasaan, keluarga Shabani kabur dari Libya dan tinggal di London.
Shabani yang bersekolah di Inggris lantas kembali ke Libya dan bekerja untuk pihak oposisi. Ia mulai menentang pemerintah Maret lalu, namun kembali ke London karena merasa keselamatannya terancam.
Shabani tidak dapat memastikan apakah pemerintah terpilih nantinya di Libya bakal membina hubungan diplomatic dengan Israel. “Itu pertanyaan sangat sensitif. Persoalannya adalah apakah Israel akan mengakui kami,” katanya. [taz/tempo, haaretz]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun