BIADAB LA'NATULLAH
Blogger templates
Proyek Pencetakkan Al-qur'an
Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta
Jadwal Sholat
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]
Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda
Silakan Pesan
untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.
Sabtu, 13 Agustus 2011
Delapan ABK WNITerdampar di Mesir Dipulangkan
Kairo (ANTARA) - Setelah tiga bulan terdampar dan terkatung-katung di Terusan Suez, Mesir, delapan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia akhirnya dipulangkan ke Tanah Air.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo memfasilitasi kepulangan para ABK terlantar tersebut pada Ahad (7/8) dengan penerbangan Uni Arab Emirat, Ettihad EY 656, kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kairo, Iwan Wijaya Mulyatno kepada ANTARA Kairo, Senin.Sekretaris III Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Ali Andika Wardhana, mengantar kepulangan mereka ke Jakarta, katanya.
ABK tersebut adalah Konstantinus Tandi asal Sorong, Papua, Achiruddin (Makassar), Laba Hasiholan Sirait (Tangerang), Sahran (Sorong), Hadi Harmanto (Jakarta), Hafidi (Bangkalan, Madura), Suarno Dullah (Soabali, Maluku), dan Waryadi (Muara Enim, Sumatera Selatan).
Kapal MV Idris Erdogdu berbendera Sierra Leone awalnya bertolak dari Yangon, Myanmar, dengan tujuan akhir Istambul, Turki.
Otoritas Terusan Suez yang mengelola lalu lintas kapal di terusan yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterrania menahan sementara kapal tersebut karena dinyatakan tidak layak berlayar.
Menurut Konstantinus Tandi, Chief Engineer MV Idris Erdogdu, setelah berlayar selama dua bulan, pada bulan Mei kapal tiba di Terusan Suez, Mesir.
"Sejak saat itu para ABK terlantar di tengah perairan Suez tanpa bahan makanan yang mencukupi," tutur Konstantinus, dan menambahkan, "Sejak melakukan pelayaran, kapal itu memang sering mengalami kerusakan dan banyak berhenti di sejumlah daerah yang dilalui."
Iwan Wijaya menjelaskan, pihaknya baru mengetahui terdamparnya ABK itu pada awal Juli setelah mereka menelepon ke KBRI.
KBRI langsung mengontak Otoritas Terusan Suez dan Badan PBB Urusan Migrasi (International Organization for Migration/IOM), untuk menyelamatkan WNI tersebut dan kemudian mereka dibawa ke KBRI Kairo .
̢۬Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kairo, Burhaduddin Badruzzaman mengatakan, upaya yang diberikan kepada para ABK WNI tersebut merupakan bagian dari komitmen perlindungan dan keberpihakan Pemerintah RI kepada WNI di Mesir.
Sahran mewakili rekan ABK menyampaikan rasa syukurnya sehingga dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
"Kami sangat berterima kasih kepada KBRI yang telah membantu kami semua sejak kapal masih berada di perairan Suez, Mesir, sehingga memungkinkan kami berlebaran di tanah air dengan sanak keluarga", ujarnya.
Melalui kemitraan yang baik antara KBRI dan IOM, para ABK dipulangkan memanfaatkan program pemulangan sukarela dan reintegrasi di masyarakat yang dikelola IOM Mesir.
Selain mendapatkan tiket, para ABK juga memperoleh bantuan reintegrasi yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan ekonomi, pendidikan maupun kesehatan sekembalinya mereka di Indonesia, kata Iwan.
Disebutkan, pemilik kapal naas itu sebelumnya sempat menolak bertanggungjawab terhadap hak-hak ABK, namun belakangan ia bersedia memberikan kompensasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun