Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 24 November 2011

Menggugat Aqidah Ulama Gamang Penjilat Penguasa


By: Hanif Abdullah

Saya tidak habis pikir dengan orang-orang yang mengaku ulama tapi menyerahkan agamanya kepada penguasa dan membenarkan perilaku penguasa dengan menyitir ayat-ayat Al-Qur’an.

Ke mana larinya pelajaran tauhid yang didapat dari Mesir, Madinah dan di pusat-pusat pengajaran dien ini ditegakkan.

Bila hanya alasan maslahat dakwah lalu menggadaikan akidah, lalu kebenaran hanya menjadi samar-samar dan orang awam tidak mampu mengidentifikasi kebenaran sejati, apa itu yang dia inginkan dari slogan “demi maslahat dakwah.” Bagaimana kebenaran bisa teridentifikasi bila mental dainya adalah mental penjilat dan rakus kekuasaan? Bagaimana nasib umat yang awam bila panutan dalam beragama tidak jauh beda dengan sekumpulan anjing, yang selalu menjulurkan lidahnya, baik diberi atau tidak diberi makanan ? Makin kacau nasib umat ini.

Mengetuk pintu-pintu penguasa dengan menawarkan fatwa dan menjual suara umat yang ditipunya adalah mental ulama kita hari ini. Tidak tahu malu di hadapan manusia mengatakan bahwa hukum yang dibuat sang penguasa adalah hukum yang sudah final, lari ke mana ayat-ayat tauhid dalam benakmu, wahai kiyai? Inikah maslahat dakwah yang kamu doktrinkan kepada kami, padahal negeri ini katamu negeri damai tapi kamu berlindung dalam maslahat dakwah dan membawa suasana perang di dalamnya. Kenapa tidak kau kobarkan sekalian perang itu di sini, ambigu dan gamang mungkin itu menjadi aqidahmu ustadz, tapi kami berlepas diri terhadap itu.

Setelah hal ini umat makin tahu berapa harga agama para ulama durjana antek penguasa itu, sebuah kursi dan sepiring makan siang bersama orang-orang yang memusuhi agama ini, ya itulah yang kami tangkap, karena agama ini dibangun dengan bukti bukan apa yang tersembunyi di dalam hati, karena apa yang dilahirkan itulah cerminan hati, maka bila hati sakit seluruh apa yang dilakukan akan sakit, hatta itu atas nama maslahat dakwah sekalipun.

Lalu datang orang-orang yang ingin memperbaiki umat, mengajak mereka kembali ke jalan yang benar, kembali membumikan tauhid yang sakit dan memperjuangkan tauhid itu dengan jihad, kalian ulama antek penguasa dan Amerika menjuluki orang-orang ini dengan Khawarij, teroris, bughot dan sekumpulan anjing-anjing neraka yang berbicara tanpa ilmu, ironis. Inikah yang kalian inginkan agar manusia terus dalam kesesatan dan standar kebenaran hanya di mulutmu yang tak pernah kenyang dari dunia, bagaimana kalian wahai ulama jahat dalam mempertanggungjawabkan ini di hadapan Allah kelak, sukar dibayangkan.

Kepada umat Islam yang menginginkan Islam sebagai jalan hidup, mari kita tinggalkan mereka yang larut terhadap dunia. Kita hadiri kembali majlis-majlis ilmu, kajian-kajian tauhid, madrasah-madrasah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi kita yang penuh cahaya. Islam hanya tegak dengan kita kembali kepada dua pusaka bukan membelakanginya dan hanya dijadikan pembenaran dalam mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.

Kita rengkuh kembali kejayaan umat dengan apa yang pernah ditempuh pendahulu kita, dengan tauhid dan jihad kita sibak debu-debu kehinaan yang menimpa kita, kita ukir senyum janda-janda mujahid dan anak-anak yang mereka tinggalkan dengan tetesan tinta dan darah mereka. Wallahu a'lam bish-shawab [voa-islam.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .