Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 14 November 2011

Alhamdulillah, Tim Insinyur MER-C Tiba di Kairo


Jakarta (SI ONLINE) - Setelah menempuh perjalanan belasan jam, pesawat yang membawa Tim MER-C yang terdiri dari 3 insinyur (Ir. Faried Thalib, Ir. Idrus M. Alatas dan Ir. Nur Ikhwan Abadi) dan 1 jurnalis (Desi Fitriani) mendarat dengan selamat di Bandara Kairo pukul 11.05 waktu setempat. Tim langsung disambut oleh Protokoler KBRI, Mr. Hafiz (Mesir) dan relawan lokal mahasiswa Indonesia di Mesir. Berkat bantuan semua pihak, proses di Imigrasi Bandara Internasional Kairo pun berjalan lancar dan cepat tanpa kendala.

Keluar dari bandara, tim langsung bergerak menuju KBRI Kairo untuk beraudiensi dengan pejabat setempat. Di KBRI, Tim MER-C diterima oleh pejabat Bagian Protokoler dan Konsuler, Bapak Ali Wardhana. Dalam kesempatan tersebut, Ir. Faried Thalib selaku Ketua Tim menyampaikan tujuan Tim MER-C datang ke Gaza kali ini serta menginformasikan perkembangan proses pembangunan RS Indonesia yang tengah berlangsung di Gaza.

Usai audiensi, tim berpamitan dan kemudian menuju Al Arish, kota yang terdekat dengan perbatasan Rafah dan berencana bermalam di sana. Hal ini dilakukan agar memudahkan Tim ke perbatasan Rafah keesokan harinya untuk mencoba masuk ke Gaza dengan berbekal surat dari Kemenlu Mesir yang sudah ditangan.

Tepat pukul 15.00 waktu Kairo, Tim beranjak menuju Al Arish. Perjalanan diperkirakan akan menempuh waktu selama 5 jam dengan jarak + 500 km. Pukul 19.00 waktu setempat, Tim tiba di Ismailiya dan berhenti untuk beristirahat sejenak di kota ini, agak telat sedikit dari jadwal karena selama perjalanan mobil Toyota Hi-Ace yang disewa tim terjebak macet di jalanan Mesir.

Setelah melewati dua check point sebelum jembatan Salam -jembatan penyeberangan di Terusan Suez- yg kali ini lebih mudah dari perjalanan sebelumnya, mungkin dikarenakan pasca Revolusi Mesir atau mungkin karena Tim sudah mengantongi izin langsung dari Kemenlu Mesir, jadi perjalananpun terasa lancar.

Akan tetapi sesampainya di check point selanjutnya, kira-kira 150 km sebelum kota Al Arish, Tim ditahan oleh keamanan setempat. Alasannya, karena melakukan perjalanan di malam hari, Tim MER-C harus dikawal oleh mobil patroli demi keamanan dan kenyamanan. Yang unik dari pengawalan kali ini, menurut Faris, relawan lokal seorang mahasiswa asal Indonesia yang mendampingi Tim MER-C, adalah mobil foraider yang mengawal tim bukan mobil foraider yang berada di check point tersebut, melainkan mobil foraider yang menjaga di check point selanjutnya lagi. Tim terpaksa harus menunggu berjam-jam lamanya sampai mobil foraider dari check point selanjutnya datang dan menjemput tim.

“Padahal di depan kami pun masih ada 4 check point lagi yang harus dilewati,” ungkap Faris dalam laporannya.

Insiden unik ini menyebabkan Tim MER-C baru tiba di Al Arish pukul 24.00 tengah malam.

Bisa dibayangkan perjalanan yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 5 jam, namun karena harus menunggu mobil forider datang untuk mengawal tim, maka lama perjalanan menjadi 12 jam. Kesabaran tim mulai diuji di sini.

Rep: Shodiq Ramadhan
Sumber: MER-C Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .