Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 14 November 2011

Densus 88 juga tangkap pasangan suami istri saat sedang belanja

TANGERANG (Arrahmah.com) – Menyusul arogansi Densus 88 yang menangkap tiga orang dan menembak seorang Muslim tersangka “teroris” di Tangerang, Sabtu (12/11/2011) kemarin, ternyata Densus 88 juga menangkap sepasang suami istri yang sedang belanja di Pasar Poris, Tengerang di hari yang sama. Seorang ikhwan bahkan menginformasikan bahwa tersangka tersebut dipukuli di hadapan anak-anak dan istrinya saat hendak berbelanja keperluan keluarga. Sadis!
Densus 88 tetap arogan dan sadis
Apapun kritik dan protes masyarakat terhadap Densus 88, ternyata tidak pernah dipedulikan. Densus 88 tetap tidak berubah, arogan, main tembak, dan sadis dalam menangkap kaum Muslimin yang dituduh terlibat aksi “terorisme”.
Setelah sebelumnya diberitakan menangkap 3 orang, dan menembak salah satu diantaranya di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, pada hari Sabtu (12/11/2011) sekitar pukul 07.00 WIB, ternyata di waktu yang bersamaan Densus 88 juga menangkap sepasang suami istri di Pasar Poris, Tangerang, saat keduanya sedang berbelanja.
Sebagaimana diberitakan beberapa media nasoinal, Densus 88 di hari Sabtu pagi tersebut (12/11) telah menangkap Gondrong alias Botak dan seorang istrinya di Perumahan Cipondoh Makmur, Jalan Utama RT 02/07 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Banten.
Tuduhan yang dialamatkan kepada pasangan suami istri tersebut adalah keterlibatan mereka dalam jaringan “teroris” yang meledakkan Mako Mapolres Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasangan suami istri yang mengontrak rumah di Kampung Poris RT 04/09 Nomor 58 Kelurahan Cipodoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, ditangkap petugas ketika mereka hendak belanja di Pasar Poris.
“Mereka baru dua minggu tinggal di sini,” kata Ny Marni, 57, pemilik rumah. Namun demikian, rumah itu mereka kontrak selama enam bulan ke depan dengan harga Rp. 2,5 juta.

Trauma dan sakit hati pada Densus 88
Seorang ikhwan menginformasikan bahwa tersangka sempat dipukuli di hadapan anak-anak dan istrinya di pasar, disaat hendak berbelanja keperluan keluarganya. Hal ini tentunya menunjukkan kebrutalan Densus 88 yang tidak rela jika tidak menyertai penangkapan dengan pemukulan, atau juga penembakan.
Anak-anak tersangka dan juga istri tersangka tentu saja sakit hati, trauma, dan meninggalkan pengalaman yang terus membekas dalam benak mereka. Kebrutalan Densus 88 juga sudah pasti membuat kaum Muslimin terusik dan semakin membenci Densus 88. Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .