Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 14 November 2011

Bahrullah Akbar Ucapkan Sumpah Sebagai Anggota BPK

Bahrullah Akbar mengucapkan sumpah jabatan sebagai Pengganti Antar Waktu Anggota BPK yang dipandu oleh Ketua BPK RI, Hadi Poernomo di Auditorium Pusdiklat BPK RI, Kalibata, Jakarta pada Kamis 10 November 2011. Acara pengucapan sumpah tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri, para Anggota BPK, para Pejabat Negara, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo serta para pejabat di lingkungan BPK RI.
Bahrullah Akbar menggantikan T.M. Nurlif, Anggota BPK yang sebelumnya diberhentikan dengan hormat pada 6 April 2011. Sesuai dengan ketentuan Pasal 22 ayat (4) UU No. 15 Tahun 2006 tentang BPK, Anggota BPK pengganti akan melanjutkan sisa jabatan Anggota yang digantikannya, yaitu sampai dengan 2014.
Pria yang pernah berpengalaman menjadi auditor BPK RI pada tahun 1985-1992 ini lahir di Jakarta, 23 Maret 1959 dan menamatkan pendidikan Sarjana Administrasi Niaga di Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1989. Kemudian melanjutkan pendidikan Master Business Administration di Hull University, Inggris pada tahun 1992 dan saat ini tercatat sebagai Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Bandung.
Sebelum terpilih menjadi anggota BPK, Bahrullah menjabat sebagai Lektor Kepala di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Selain itu, pada tahun 2007 – September 2011 menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan pada tahun 1995-2004 menjabat sebaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .