Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 07 November 2011

Harumkan Nama Bangsa, Ijazah Atlet 'Disandera'

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -  Kisah yang dialami Suswanti (19), atlit Balap Sepeda BMX yang akan menjadi duta olah raga Indonesia di ajang Sea Games 2011 mendatang, sungguh getir. Sejak lulus SMA Negeri 3 Purwokerto tahun 2010 lalu, dia tak bisa melihat ijasahnya. Hal ini karena ijazah aslinya ditahan pihak sekolah, mengingat gadis tersebut masih menunggak sejumlah biaya pendidikan.
Suwarto (41), ayah Suswati mengaku, dia memang belum membayar SPP dan sejumlah biaya pendidikan anaknya, karena memang tidak mampu. Total biaya pendidikan yang harus saya lunasi, adalah Rp 2.029.000. ''Saya tidak mampu membayar biaya sebanyak itu. Pekerjaan saya hanya tukang becak dan isteri saya kerja di warung pecel tetangga. Apalagi saya juga masih membiayai adik Siswati yang masih sekolah SMP,'' jelas warga Kelurahan Sitapen, Kecamatan Purwokerto Timur, Kamis (3/11).
Sebagai seorang ayah, Suwarto berharap, melalui prestasinya di bidang olah raga, anaknya akan bisa hidup lebih baik dibanding ayahnya yang hanya seorang tukang becak. Untuk itu, dia sebenarnya menginginkan anaknya bisa mengenyam dunia pendidikan tinggi, dengan keringanan biaya pendidikan sebagai atlit berprestasi.
''Tapi jangankan bisa kuliah, untuk sekolah SMA saja ijazahnya ternyata tetap ditahan karena saya tidak bisa membayar biaya pendidikan,'' katanya dengan mata menerawang, tak bisa mennyembunyikan kekecewaan.
Ketika menghadapi persoalan ijazah anaknya yang ditahan oleh pihak sekolah, dia sebenarnya sangat berharap KONI Kabupaten Banyumas akan menguruskan ijazah anaknya. Tapi ternyata tidak ada tanggapan.
''Terus terang saya sangat kecewa. Kata KONI, dulu biaya sekolah anak saya di SMA 3, gratis. Tapi ternyata ada biaya–biaya banyak, kita disuruh bayar sendiri,'' kata Maryati, sang ibu.
Menurutnya, sebelum sekolah di SMA Negeri 3 di kelas khusus olahraga, sebenarnya anaknya sudah sekolah di MAN Purwokerto. Namun karena disarankan untuk sekolah di SMA 3 dengan alasan di sekolah tersebut ada program khusus pembinaan olah raga, maka anaknya pindah ke sekolah tersebut.
Saat itu, karena mengundurkan diri dari MAN Purwokerto, dia diwajibkan membayar administrasi sebesar Rp 1 juta. Untuk itu, dia harus berhutang ke banyak orang, untuk membayar biaya administrasi tersebut, tanpa ada bantuan baik dari KONI maupun pemerintah daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .