Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 18 November 2011

Dosen UI: Kerjasama Dengan IAIN Membuat UI Liberal


JAKARTA (Arrahmah.com) – “I can tolerate homosexualism, I can tolerate lesbianism, but I can’t tolerate plagiarism.” Ucapan itu dikatakan salah seorang dosen Sastra di UI. Dengan entengnya, ia mengatakan menjiplak sebuah karya lebih berbahaya dari homoseksualisme. Lantas sejak kapan kampus penghasil aktifis dakwah kampus itu berada dalam bayang-bayang liberalisme?
Menurut Ustadz Abdi Kurnia, selaku Dosen Mata Kuliah Agama Islam di UI mengatakan bahwa sejarah liberalisme di UI telah berjalan cukup lama. Setidaknya hal itu dapat dilacak saat keran kerjasama antara UI dengan IAIN (kini UIN, red) dibuka pada tahun 1993.
“Pada waktu itu terjadi kerjasama untuk peningkatan mutu dosen agama. Mulailah secara perlahan nama-nama seperti Mulyadi Kartanegara, Yunasril Ali, Kautsar Azhari Noer, dan Komaruddin Hidayat berdatangan ke UI,” terangnya kepada Eramuslim.com, Selasa 15/11.
Selanjutnya kerjasama tersebut juga menjalar pada level mahasiswa. Interaksi kuat antara mahasiswa IAIN dengan UI ditengarai membawa warna liberalisme di UI. Tokoh-tokoh Liberal seperti Dawam Rahardjo pun kemudian diundang untuk menjadi pembicara dalam diskusi mahasiswa. Bibit-bibit itu terus berlangsung di tahun 1993.
Pada tahun 1996 dinamika pemikiran liberal di UI kian menghawatirkan. Hal ini ditandai dengan berdirinya kelompok kajian yang menamakan diri Forum Ilmiah Kajian Islam (FIKI).
Menurut Ustadz Abdi Kurnia yang juga adalah mahasiswa UI era 90-an berdirinya FIKI tidak lepas dari resistensi atau kritik terhadap gerakan tarbiyah yang kala itu massif di UI. FIKI seakan menjadi lawan tanding dari aktivitas dakwah kampus untuk mengIslamkan UI.
Akan tetapi, umur kelompok kajian ini tidaklah panjang, “Tahun 2001 FIKI hilang dengan sendirinya seiring dengan lulusnya para aktifis FIKI,” tandas Sekretraris Keluarga Alumni Mesjid UI itu.
Meski ditinggal para seniornya, geliat liberalisme di UI bukan berarti berhenti. Nuansa liberal semakin menjadi-jadi ketika nama-nama seperti Zainun Kamal (UIN), Luthfi Asy Syaukanie (Paramadina), dan Ulil Abshar Abdalla (JIL) mengajar di Jurusan Filsafat UI. (eramauslim/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .