Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 08 November 2011

KETIKA JANJI TINGGAL JANJI


Saat saya berselancar di dunia maya dan mendapatkan seorang teman yang mengajak atau menawarkan saya bisnis (dagang) yang sangat menjanjikan (kata teman saya itu) berupa kuliner yang tengah dia geluti namanya daging burung puyuh. Daging burung puyuh itu ada yang mentah untuk kategori resto/rumah makan atau caterring, sedangkan yang sudah berbumbu kategori untuk warungan, demikian kata si empunya bisnis menawarkan kepada saya, sebut saja Nyonya “X”.
Selanjutnya dalam percakapan lewat YM (Yahoo Messenger) saya bersepakat untuk melakukan pertemuan, rencananya di kantor saya, sebut saja kantor “Y”. O ya, kebetulan Nyonya “X” itu bukan seorang Muslimah, melainkan seorang Nasrani (boleh kan untuk urusan bisnis/dagang). Diawali pembicaraan melalui telpon: (ilustrasinya begini…)
“Apa kabar mbak (maksudnya Nyonya “X”)?
“Baik, pak Dewa (nama samaran saya) juga apa kabar?”
“Bapak pulang jam berapa”, tanyanya kepada saya.
“Jam 5”, jawab saya.
“Saya sekarang berada di Gedung Setiabudi Building, nanti sekitar jam 4 saya akan kesana (ke tempat saya bekerja maksudnya), Bapak tunggu aja disaya ya!” penegasannya kepada saya.
“Baik saya tunggu kalau begitu”, jawab saya.
Percakapan ini juga terekam dalam sms yang Nyonya “X” kirimkan kepada saya, isinya sebagai berikut:
“Pak Dewa (nama samaran saya) bsk aja kalau mau ktm, sy brsan di call jam 10 k arah setiabudi…mungkin jam 1 ke kantor “Y”? (kantor saya bekerja).
“kenapa gak ke setiabudi aja?”, tanya saya kepada Nyonya “X”.
“Oh gud kalau pak dewa bs. Bsk jam 1 di setiabudi buidilng bs?”tanya Nyonya “X” kepada saya.
Baru selesai baca berita/sms ini, muncul kiriman sms berikut:
“Pak dewa sy k tempat bpk jam 4 bs?”, dia mengulang pertanyaan.
“Pak bs k setiabudi building ga jam 3 – 4 sy msh disini sampe jam 5.
Belum selesai dengan sms ini, dia sudah mengirim sms lagi, bunyinya:
“Pak maaf sy ga jd kesitu (maksudnya ke kantor saya), krn ada call orang mau buka tenda puyuh…thx”, Nyonya “X” berkilah
Karena jengkel atau kesal saya menelpon Nyonya “X”
“Mbak (maksudnya Nyonya “X”) kenapa anda tak punya SKALA PRIORITAS sih (tulisan skala prioritas sengaja saya besarkan untuk menunjukkan kejengkelan saya). Maaf saya tak terbiasa banyak janji”, kata saya dengan amarah.
“Pak saya ini orang miskin dan susah, bukan seperti bapak yang sudah sukses, saya begini ini mencari makan karena saya orang kecil dan susah, asal bapak tahu aja”, dia mengomel kepada saya, padahal dia yang salah telah melanggar janji-janjinya. Aneh.
“Eh mbak, saya juga belum pernah sukses dalam berbisnis, tetapi saya nggak suka banyak janji”, belum selesai bicara Nyonya “X” sudah menyela.
“Pak, masa saya harus membatalkan customer (pelanggan) saya yang udah lebih dulu, saya nggak mau bikin dia kecewa, karena dia tadi telpon saya untuk mengirim barang sebanyak 500 ekor, maaf pak”, begitu ngototnya dia dalam pembicaraan telpon kepada saya, meski sudah mengecewakan saya, justru dia yang marah. Aneh.
‘Ya, tapi kan gak begitu, janjinya kan anda mau ketemu dengan saya, ya temui dululah sebelum ke orang itu, baru temui dia”, tak kalah ngototnya saya kepada Nyonya “X”.
“Pak, coba bapak pikir, ngapain saya bisnis yang belum jelas sementara ini sudah jelas, saya gak mau rugi dan kehilangan customer saya. Kalau bapak jadi saya kan tentu juga gak mau”, wooowww angkuhnya dia, sudah salah malah merespon saya dengan penjelasan pembelaan diri yang tak kalah angkuhnya. Manusia macam apa dia itu.
Dengan tak kalah “angkuhnya” saya membalas:
“Mbak, saya gak ngerti kalau mbak mudah membatalkan janji dan mbak nggak minta maaf kalau mbak sudah salah. Janji itu dalam dunia bisnis penting mbak”, saya berusaha tegas kepada Nyonya “X”.
“Ya sudah saya memang buruk dalam hal ini…….”, dia mulai mengendur dengan serangan kata-katanya.
“Loh itu bukan kata saya ya, saya ini orang yang belajar hukum dan saya harus berhati-hati dalam mengucapkan kata-kata…..”, ujar saya.
“Ya, itu kata saya, bukan kata dari bapak. Saya tahu, saya buruk dalam berbisnis. Maafkan saya kalau begitu, kalau saya memang salah….”, dia mulai mereda….
Pembicaraan lewat telpon cukup menyebalkan buat saya, apa lagi meladeni orang yang belum dikenal tapi ingin ketemuan terus tidak jadi. Uuufff…
Usai bicara lewat telpon, rupanya Nyonya “X” masih belum puas dengan alasan-alasannya, begini bunyi smsnya:
“Pak, saya itu mencari bisnis yg pasti…sekarang agen sy yang perharinya 250 ekor membutuhkan jasa saya yg mau buka resto lebih besarlg, justru ini SKALA PRIORITAS SAYA! Skg sy hrs segera meluncur krn dy butuh stok 500 ekor per hari, kalau ada jadi saya….MANA YG ANDA PILIH?SESUATU YG SUDAH PASTI 250 EKOR PER HARI ATAU YG BELUM JELASS DAN GA PASTI? TOLONG BE EMPATI”, wah wah wah…..GURU BESAR dari mana orang ini menguliahi saya begitu bersemangat. Sudah salah malah menceramahi saya. LUAR BIASA.

(Imam Supriadi, http://suarajihadislam.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .