Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 11 Oktober 2012

Rezim Syiah Irak akan kembali eksekusi mati 462 tahanan muslim sunni berkewarga negaraan Arab

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Rezim Syiah Irak kembali akan mengeksekusi mati 462 tahanan muslim sunni berkewarga negaraan Arab. Puluhan tahanan muslim sunni berkewarga negaraan Arab telah dieksekusi mati oleh rezim Syiah Irak selama beberapa minggu terakhir.
Ratusan tahanan muslim sunni Arab yang akan dieksekusi mati tersebut berasal dari beberapa negara. Sebanyak 65 orang adalah warga Mesir, 100 warga Suriah, 90 warga Arab Saudi, 12 warga Tunisia, 15 warga Aljazair, 23 warga Libya, 22 warga Yordania, 19 warga Sudan, 24 warga Yaman, 40 warga Palestina, 13 warga Maroko dan seorang warga Lebanon.
Puluhan tahanan muslim sunni Arab telah melakukan aksi mogok makan sejak lebih dari tiga minggu terakhir di penjara Nashiriah, Irak. Enam di antaranya adalah warga Arab Saudi; Majid Daraibi, Khalid Riba'i, Fawwaz Audah, Ali Al-Marri, Walid Al-Qahtani dan Iwadh Al-Qahthani.
Mereka memprotes perlakuan keji  dan tindakan rasis terhadap para tahanan muslim sunni Arab yang dilakukan oleh pihak penjara. Sudah sama diketahui bahwa rezim Syiah Irak mengusung kebanggaan ras bangsa Persia dan membenci ras bangsa Arab. Selain itu dendam agama Rafidhah Syiah Itsna Asyariyah yang dianut rezim Syiah Irak sangat kental terhadap umat muslim sunni.
Sumber-sumber dari dalam sejumlah penjara di Irak menyebutkan bahwa pihak pengadilan rezim Syiah Irak telah memberitahukan kepada tiga kelompok tahanan muslim sunni Arab yang akan dieksekusi sebelum hari raya Idul Adha. Padahal sebelumnya Departemen Hukum rezim Syiah Irak telah mengumumkan tidak akan melaksanakan eksekusi mati sebelum hari raya Idul Adha.
Kelompok pertama tahanan muslim sunni Arab telah dieksekusi mati pada Senin (8/10/2012). Pihak rezim Syiah Irak belum mengumumkan kepada publik identitas  mereka. Namun sejumlah sumber menyebutkan Abdullah Azzam, warga Arab Saudi yang berada di penjara Kazhimiah termasuk dalam daftar gelombang pertama tersebut. Jarak sel Azzam dengan tempat eksekusi mati hanya sejauh 100 meter saja.
Pihak keluarga para tahanan muslim sunni tersebut telah mendesak rezim Syiah Irak dan lembaga-lembaga kemanusiaan untuk menghentikan eksekusi mati yang biadab tersebut. Vonis hukuman mati sendiri dijatuhkan tanpa melalui proses pengadilan yang fair dan obyektif. Tuduhan terhadap para tahanan sangat dibuat-buat dan pengakuan mereka diambil dengan paksa melalui siksaan yang sangat keji.
(muhib almajdi/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .