Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 01 Oktober 2012

Aktivis 'Kiri': Mulai dari Anggota DPR hingga Staf Khusus Presiden

BEKASI (voa-islam.com) - Bukan hanya di kalangan mahasiswa, para aktivis kiri (komunis) ternyata telah menyusup dan menduduki sejumlah posisi penting, baik di kalangan eksekutif maupun legislatif.

Pintu masuk mereka, menurut pakar anti-komunis, ustadz Alfian Tanjung, diantaranya melalui sejumlah partai dan yang paling mencolok adalah PDIP.  


“Yang paling mencolok adalah di PDIP itu kongkrit, tidak ada yang bisa membantah. Di situ ada Budiman Sujatmiko, Ribka Tjiptaning, Rieke Diah Pitaloka,” kata ustadz Alfian Tanjung kepada voa-islam.com, Ahad (30/9/2012)....Yang paling mencolok adalah di PDIP itu kongkrit, tidak ada yang bisa membantah. Di situ ada Budiman Sujatmiko, Ribka Tjiptaning, Rieke Diah Pitaloka

Selain PDIP, para aktivis kiri lainnya juga menyebar di partai-partai lain, bahkan ada pula yang menududuki staf khusus kementerian hingga staf khusus presiden.

“Tetapi di partai-partai lain juga mereka tidak bisa dibilang tak ada, sebutlah Pius Lustrilanang di mana dia sekarang? Desmond Mahesa di mana dia sekarang? Jadi sebenarnya mereka telah menyebar dan penyebaran ini tidak hanya di pusat juga di daerah-daerah. Sebutlah misalnya Dita Indah Sari, sekarang dia staf ahli Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Andi Arif sekarang menjadi staf khusus Presiden di BNPB,” ujar penulis buku 'Mengganyang komunis: langkah & strategi menghadapi kebangkitan PKI' ini.

Bukan hanya itu, gejala menyusupnya komunis juga dirasakan dikalangan aparat TNI dan Polri. Hal ini menurut ustadz Alfian, terlihat dari deideologisasi perlawanan terhadap komunis.

“Kalau di kalangan militer belum ada yang menyatakan. Tapi yang terjadi adalah deideologisasi perlawanan terhadap komunis. Sekarang kolonel-kolonel, perwira-perwira muda mereka sudah tidak tahu lagi skema kerja kaum komunis,” tuturnya.
...gejalanya ada, contohnya di kalangan tentara tidak ada lagi pembahasan tentang bahaya komunis, termasuk di dalam pendidikan mereka di akademi militer

Ia menambahkan, gejala lainnya adalah sudah tak adanya pembahasan bahaya komunis dalam pendidikan akademi militer.
“Jadi kalau di kalangan kepolisian maupun tentara sulit menyebut nama, tetapi gejalanya ada, contohnya di kalangan tentara tidak ada lagi pembahasan tentang bahaya komunis, termasuk di dalam pendidikan mereka di akademi militer, tidak ada pembahasan seperti itu,” tutupnya. [Ahmed Widad]      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .