Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 03 Oktober 2011

Waspada! Para buruh pabrik jadi target NII KW 9


KUDUS (Arrahmah.com) – Masyarakat diminta tetap waspada terhadap pengaruh gerakan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, pasalnya besar kemungkinan gerakan tersebut melakukan ekspansi ke pabrik dengan sasaran para buruh.
Demikian yang dikatakan mantan anggota NII Komandemen Wilayah IX (KW 9) Sofwan Dedy Ardyanto.
“Hampir semua faksi NII saat ini masih aktif. Sedangkan untuk faksi KW IX untuk sementara tiarap karena akhir-akhir ini banyak dibicarakan,” ujarnya ketika menjadi pembicara pada seminar Ideologi Pancasila untuk Menangkal Paham Radikal di Aula Pendopo Kabupaten Kudus di Kudus, Sabtu (1/10/2011).
Ia mensinyalir, jika NII KW 9 bangkit kembali kemungkinan besar sasaran perekrutannya adalah  para buruh pabrik.
Lebih lanjut ia mengungkapkan untuk melancarkan aksinya NII dipastikan akan berubah nama dan ideologi NIIKW 9 disimpan rapat-rapat serta tidak boleh dikeluarkan agar tidak mudah terdeteksi.
Sementara itu, Sofwan juga mengatakan bahwa saat ini jumlah anggota NII mulai berkurang drastis, diperkirakan yang masih tersisa sekitar 5.000-an orang, dibanding pada 2002 bisa mencapai 220.000 orang.
Sofwan yang pernah bergabung dengan NII sejak 1991 hingga 2005 dengan jabatan terakhir di NII sebagai aparat khusus mengungkapkan, anggota NII paling banyak tersebar di kota-kota besar, seperti Semarang, Yogyakarta, dan Banyumas.
“Sedangkan warga Kudus yang bergabung dengan NII, biasanya aktif di luar Kudus. Namun, patut diwaspadai akan merekrut anggota baru di wilayah Kudus,” ujar Sofwan yang sebelumnya aktif pada forum komunikasi dan paguyuban informal veteran NII KW IX sejak 2006 hingga 2010.
Pembicara lainnya, Hasibullah Satrawi menegaskan kegiatan NII menjadi ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya gerakan tersebut memiliki struktur pemerintahan sementara, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten. (ans/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .