Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Jumat, 28 Oktober 2011

Taliban: Ribuan tahanan muslim disiksa secara sadis di penjara


KABUL (Arrahmah.com) – Imarah Islam Afghanistan menyerukan kepada PBB untuk melakukan investigasi terhadap penyiksaan dan penodaan kehormatan yang dialami oleh para tahanan muslim di sejumlah penjara pemerintahan boneka Afghanistan.

Seruan itu sebagai tindak lanjut dari laporan misi bantuan PBB yang menyebutkan lembaga intelijen dan kepolisian pemerintahan boneka Afghan telah melakukan penyiksaan di luar batas kemanusiaan terhadap para tahanan di sejumlah penjara Afghan. Sebuah tindakan yang melanggar hukum nasional dan internasional.
Laporan baru PBB diluncurkan pada hari Senin (10/10/2011) mengutip bukti penyiksaan “sistematis” dan perlakuan buruk terhadap tahanan di fasilitas penahanan Afghanistan, termasuk anak-anak, dan memberikan rekomendasi yang diharapkan akan memacu reformasi yang diperlukan.
Laporan oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) merupakan hasil dari wawancara ekstensif dari bulan Oktober 2010 hingga bulan Agustus 2011 dari 379 para-sidang tahanan dan dijatuhi hukuman di 47 fasilitas dari Direktorat Keamanan Nasional (NDS) dan Polisi Nasional Afghanistan (ANP) di 22 provinsi.
Misi ini menemukan bukti “menarik” bahwa 125 tahanan, atau 46 persen, dari 273 tahanan yang diwawancarai telah mengalami teknik interogasi penahanan NDS di tangan para pejabat NDS yang merupakan penyiksaan, dan penyiksaan dilakukan “sistematis” dalam penahanan fasilitas NDS di seluruh Afghanistan,” laporan tersebut menyatakan. “UNAMA juga menemukan bahwa anak-anak di bawah umur 18 tahun mengalami penyiksaan oleh pejabat NDS,” laporan tersebut menambahkan.
Juru bicara Taliban, syaikh Zabihullah Mujahid melalui situs resmi Imarah Islam Afghanistan menyatakan, “Sesungguhnya ribuan tahanan Afghan mengalami pahitnya kezaliman dan penyiksaan yang biadab dalam penjara-penjara yang dikuasai oleh penjajah dan pemerintahan bonekanya di seluruh pelosok negeri ini. Mereka menjalani kehidupan yang sangat buruk dan tidak manusiawi. Setiap hari mereka mengalami pemukulan dan penyiksaan.”
Zabihullah Mujahid mengingatkan penyiksaan yang menewaskan seorang mujahid Taliban di penjara Bagram, Selasa (25/10/2011) lalu. Ia menuntut PBB, komisi HAM internasional, dan organisasi kemanusiaan internasional untuk memerhatikan kondisi buruk yang dialami oleh para tahanan di penjara Afghan. Ia juga meminta lembaga-lembaga internasional tersebut tidak memberikan perlindungan politik terhadap para pelaku penyiksaan yang bekerja untuk badan intelijen dan kepolisian pemerintahan boneka Afghan.

Salah bentuk siksaan yang didapatkan Mujahidin di salah satu penjara Afghanistan, Baghram
Ratusan tahanan memberikan kesaksian kepada utusan UNAMA bahwa anggota ANP dan NDS melampiaskan kemarahan mereka kepada mujahidin Taliban dengan menyiksa para tahanan secara biadab. Para tahanan mengalami penyiksaan digambarkan dalam bentuk suspensi (pergelangan digantung dengan rantai atau perangkat lain yang melekat pada dinding, plafon, batang besi atau peralatan lain untuk waktu yang lama) dan pemukulan, terutama dengan selang karet, kabel listrik atau kabel atau tongkat kayu dan paling sering pada telapak kaki.
Sengatan listrik, memutar dan memilukan alat kelamin tahanan, posisi sulit termasuk dipaksa berdiri, penghilangan kuku kaki dan mengancam pelecehan seksual antara lain bentuk penyiksaan tahanan yang dilaporkan.
Penutupan mata rutin dan berkerudung dan penolakan akses ke perawatan medis di beberapa fasilitas juga telah dilaporkan. UNAMA mendokumentasikan sebuah kematian di penahanan ANP dan NDS akibat penyiksaan di Kandahar pada bulan April 2011.
(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .