Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 24 April 2012

Ramai-ramai Menolak Syariah

Jakarta (SI ONLINE ) – Aneh tapi nyata. Itulah Indonesia. Masyarakatnya mayoritas Islam, tetapi politisi dan tokohnya ramai-ramai menolak syariat Islam diberlakukan secara formal. Seorang calon gubernur DKI Jakarta dari sebuah Partai Islam, baru-baru ini diberitakan secara luas juga tegas menolak adanya Perda Syariah.

Bahkan dengan bangganya calon tersebut menunjukkan sejumlah kepala daerah yang separtai dengannya yang juga tidak menerapkan syariat di daerah masing-masing.

Penolakan serupa datang dari mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi. Menanggapi statemen seorang peserta diskusi publik di Auditorium Gedung PP Muhammadiyah, Jumat (20/4/2012) lalu, Hasyim menyatakan dengan jelas negara ini tidak perlu menerapkan syariah secara formal.

“Sebenarnya begini, tidak perlu negara bersyariah. Isinya (substansi, red) saja masukkan pasal-pasal syariah. Jika negara dilandaskan syariah, agama yang Non-Muslim pasti keberatan dong. Jadi subtansinya saja yang bersyariah, nanti kalau ada Perda Syariah nanti di NTT ada perda injil, sudah pasti itu”, kata Kiyai Hasyim Muzadi.

Kiprah partai Islam yang tidak mengajak umat pada kebangkitan juga dikritik oleh Ketua Panwslu DKI Jakarta, Ramdhansayah. “Partai Islam pun tidak mengajak pada kebangkitan, tidak menjalankan hak bagi umat, dan tidak bisa mewujudkan Islam lebih elegan dan lembut di mata publik”, katanya pada diskusi publik “Gerakan Radikalisme Agama di Indonesia”, yang diadakan oleh MAKI, di Gedung Joeang 45, Senin (23/4/2012).

Rep: Mesyah Achreini
Red: Shodiq Ramadhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .