Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 26 April 2012

IRESS Tolak Penjualan Garuda

Jakarta (SI ONLINE) - Indonesian Resources Studies (IRESS) menolak keras rencana pemerintah menjual 10,88% saham Garuda Indonesia (GI) milik Bahana Sekuritas (BS), Danareksa Sekuritas (DS) dan Mandiri Sekuritas (MS) kepada seorang “pengusaha nasional ternama” dengan harga Rp 620 per lembar.

"Harga ini sekitar 17,33% lebih murah dari harga perdana GI sebesar Rp 750 per lembar. Jika hal ini dibiarkan, maka negara melalui ketiga BUMN (BS, DS dan MS) berpotensi dirugikan sebesar Rp 351 miliar!", kata Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara dalam siaran persnya yang dikirimkan ke Suara Islam Online, Selasa (24/1/2012)

Seperti diketahui, penawaran saham perdana (Initial Public Offering, IPO) Garuda telah terlaksana pada 11 Februari 2011. Jumlah saham yang ditawarkan 6,35 miliar lembar atau 26,67% dari total saham Garuda, dengan harga Rp 750 per lembar. Dari jumlah saham itu, ternyata hanya 3.327.331 lembar saham (52,5%) yang terserap pasar, dengan total dana yang diperoleh sebesar Rp 4,751 triliun.

Menurut IRESS,  10,61% dari 26,67% saham Garuda yang bakal dilepas adalah milik Bank Mandiri (piutang kepada Garuda).  Jika terlaksana, pembagian dana hasil IPO adalah Rp 3,3 triliun untuk Garuda dan Rp 1,451 untuk Bank Mandiri. Sisa saham yang tak terjual sebanyak 3.008.406 lembar (47,5%) atau setara Rp 2,25 triliun, harus diserap/dibeli ketiga penjamin emisi. Belakangan, total saham ketiganya berkurang menjadi 2,47 miliar lembar dengan nilai (sesuai harga perdana Rp 750 per lembar) sebesar Rp 1.85 triliun.

IRESS juga menyatakan, Menteri BUMN Dahlan Iskan bulan Desember 2011 yang lalu pernah menyatakan bahwa saham Garuda milik ketiga BUMN akan dijual pada level 10% di atas harga pasar. Jika mengacu pada harga penutupan saham Garuda (GIAA) kemarin (23/4/2012) sebesar Rp 630 per lembar, maka harga penjualan saham tersebut seharusnya Rp 693 per lembar. Dengan demikian, kerugian ketiga BUMN sekuritas itu (tanpa memperhitungkan cost of money) turun menjadi sekitar Rp 147 miliar.

"Jika saham saham tetap dijual pada harga Rp 620, maka kredibilitas Menteri BUMN yang sebelumnya berencana dan batal membubarkan Petral ini wajar dipertanyakan. Mengapa pemerintah begitu gampang membiarkan terjadinya kerugian negara? KKN telah kembali merebak?", tanya Marwan.

IRESS juga  mencurigai adanya persekongkolan perburuan nente dalam rencana penjualan saham Garuda kepada “sang investor ternama”, mengingat proses yang dilalui tidak transparan, tidak adanya penerimaan minat dari calon-calon pembeli dan tidak adanya proses book building. Padahal ketiga BUMN penjamin emisi telah menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat keuangan (financial advisor).

"Menteri Dahlan Iskan pun pernah menawarkan saham tersebut kepada lima pengusaha nasional, antara lain Anthoni Salim, Nirwan Bakrie, Rachmat Gobel dan Sandiaga Uno, tanpa kabar lebih lanjut", pungkasnya.

Rep: Shodiq Ramadhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .