Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 23 April 2012

Anggota DPRD Gowa Dukung Warga & Ormas Islam Bubarkan Sekte Gafatar

GOWA (voa-islam.com) - Desakan warga muslim Gowa dan ormas Islam kepada pemerintah untuk membekukan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mendapat dukungan banyak kalangan, termasuk anggota DPRD Gowa. Melalui Komisi IV DPRD Gowa, mereka mendesak Pemkab Gowa untuk secepatnya menindaklanjuti permintaan pembekuan Gafatar.
“Saya kira memang pemerintah sudah harus mengambil tindakan tegas terhadap keberadaan Gafatar. Semua kan sudah jelas, pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa itu sudah sangat jelas, Jika keberadaan Gafatar itu memang sesat,” cetus Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asrul Makkaraus kepada wartawan di ruang komisinya, Kamis (12/4/2012).
Asrul menegaskan, jika Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) harus bertanggungjawab dengan penyimpangan Izin yang dilakukan Gafatar. Apalagi, kata dia, keberadaan Gafatar di Gowa berkat izin dari Kantor Kesbang.
Minimal yang harus dilakukan Kesbang secepatnya, kata dia adalah mencabut izin Gafatar. Informasi yang diterima Asrul, Gafatar itu sudah ada di Gowa sejak tahun 2011 lalu.
“Bakesbang harus cabut izinnya dan bubarkan Gafatar itu. Jadi Sikap Kesbang harus jelas, jangan dia melihat persoalan ini,” kata Asrul diamini Sekretaris Komisi IV, Tajuddin.
Lebih lanjut, Asrul mengungkapkan, terkait dengan kontroversi keberadaan Gafatar, sebenarnya Komisi IV sudah pernah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak diantaranya Kementerian Agama RI Gowa, Dinas Sosial Bidang Keagamaan, MUI dan juga Bakesbang. Pada pertemuan itu, sebut Asrul, MUI memang mengungkapkan jika aktivitas yang dilakukan Gafatar ditemukan menyimpang. Waktu itu, lanjut Asrul, MUI menyampaikan jika ditemukan 10 kriteria ajaran Gafatar yang sesat.
“Makanya sekali lagi kami minta Bakesbang harus tegas. Cabut Izin aktivitas Gafatar. Toh, jika memang sudah dicabut tapi Gafatar masih melanjutkan aktivitasnya, berarti itu sudah pelanggaran hukum. Bukan apa, kita tidak ingin terjadi apa-apa. Apalagi masyarakat sudah gerah bahkan mengancam akan mengambil tindakan sendiri terhadap Gafatar jika pemerintah masih saja tidak peduli,” ketusnya.
Kemenag RI Gowa melalui Kasi Urais, Jamaris, saat dihubungi terpisah kemarin mengungkapkan jika pihaknya kembali akan melakukan rapat lanjutan tadi malam untuk membahas tentang keberadaan Gafatar. [Widad/ckrw]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .