
Jakarta (SIONLINE)- Demi efisiensi dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang, Kementerian Agama berencana akan membeli pesawat sendiri untuk mengangkut jamaah haji Indonesia, sehingga penggunaan pesawat sewaan Garuda dan Saudia bisa dikurangi dan biaya perjalanan haji haji akan lebih murah.
Menjawab pertanyaan Suara Islam Online seusai membuka Musyawarah Nasional Hisab dan Rukyat di Kemenag, Rabu (25/4), Menteri Agama Suryadharma Ali mengakui, pembelian pesawat untuk mengangkut jamaah haji Indonesia sekarang sedang dalam pembahasan oleh Kemenag.
“Jika nanti Kemenag jadi memiliki pesawat sendiri untuk mengangkut jamaah haji, maka wajib ada dua persyaratan. Pertama, harus ada jaminan biaya untuk membeli pesawat nantinya akan kembali bahkan memperoleh keuntungan. Kedua, harus ada jaminan dana yang dipakai untuk membeli pesawat lebih menguntungkan daripada jika dana tersebut disimpan dalam bentuk Sukuk (surat berharga syariah) yang disebut ‘manfaat’. Sebab jika sama atau malah lebih kecil keuntungannya, maka kita akan rugi memiliki pesawat haji sendiri,” ujar Menag Suryadharma Ali.
Menurut Menag, nantinya pesawat haji milik Kemenag itu akan dikelola oleh Garuda yang sudah berpengalaman dalam mengoperasikan pesawat, bahkan nantinya akan disewakan kepada Garuda secara komersial jika diluar bulan haji, sehingga Kemenag akan memperoleh keuntungan secara finansial dalam tahun-tahun berjalan. Sedangkan untuk dana pembelian pesawat haji, bisa diambilkan dari Dana Abadi Umat (DAU) yang sekarang mencapai Rp 2 triliun atau dana awal setoran jamaah haji yang sekarang sudah mencapai Rp 30 triliun lebih,” ungkap Menag Suryadharma Ali.
Dikatakannya, dana sebesar Rp 30 triliun lebih itu sekarang ditempatkan secara khusus di Kementerian Keuangan berupa Sukuk dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Padahal tahun depan dana tersebut tidak dipakai bahkan dalam lima tahun mendatang belum tentu dipakai. Maka dana itulah yang nanti akan digunakan untuk membeli pesawat haji.
Mengenai maskapai penerbangan yang memenuhi syarat untuk mengangkut jamaah haji tahun ini, Menag Suryadharma Ali menegaskan sudah diputuskan oleh Kemenag dan Kemenhub, yakni Garuda dan Saudia. Sedangkan Batavia Air dinyatakan belum memenuhi persyaratan. Menag berdalih pemerintah tidak ingin berspekulasi karena ini menyangkut keselamatan jamaah haji Indonesia yang begitu banyak dan jarak penerbangan yang sangat jauh.
“Pemerintah tidak melakukan monopoli, sebab ini menyangkut nyawa jamaah haji dan pemerintah tidak ingin berspekulasi. Karena memang persyaratannya cukup berat seperti kondisi pesawat, jenis pesawat, perawatan pesawat dan sebagainya,” tegas Ketua Umum DPP PPP tersebut. (*)
Rep: Abdul Halim








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun