Oleh : Abu Fikri (Aktivis Gerakan Revivalis Islam Indonesia)
(Arrahmah.com) – Pernyataan SBY menanggapi kasus Kendal yang melibatkan FPI (Front Pembela Islam) sungguh memperkuat indikasi sebuah arogansi kekuasaan yang dikemas dalam legitimasi legislasi. Sebelumnya diawali komentar keras mengecam FPI dilakukan oleh politisi F-P Demokrat –Ruhut Sitompul- dan politisi F-PDIP -Eva Kusuma Sundari-. “Islam tidak identik dengan kekerasan. Islam tidak identik dengan main hakim sendiri. Islam juga tidak identik dengan pengrusakan. Sangat jelas kalau ada elemen melakukan itu dan mengatasnamakan Islam justru memalukan agama Islam,” kata  SBY di Jakarta International Expo Kemayoran, Ahad, 21 Juli 2013. “Hormatilah bulan puasa, latihlah menahan diri,” lanjut SBY. (Tempo.co, 22 Juli 2013).