Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 18 Mei 2013

Suswono Akui Pernah Bertemu Fathanah

suswonoMenteri Pertanian (Mentan) Suswono mengakui pernah bertemu dengan tersangka kasus suap kuota impor daging, Ahmad Fathanah. Ia mengatakan pernah dua kali kali bertemu dengan Fathanah.
“Di Makassar waktu itu akhir 2012, lupa persisnya. Ada kampanye Pilkada Takalar. Beliau bersama Anis Matta. (Pertemuan) kedua di Medan,” kata Suswono saat menjadi saksi bagi dua terdakwa, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (17/5).

Meski dua kali bertemu, Suswono menegaskan tidak mengenal sosok Fathanah. Ia hanya mengetahui nama Fathanah dengan sebutan Olong.
Menyoal pertemuan kedua dengan Fathanah, Suswono menceritakan keduanya berjumpa di Medan pada 11 Januari 2013. Ketika itu ada agenda Kementerian Pertanian dan safari dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tapi Suswono juga mempunyai kegiatan lainnya.
Suswono bertemu dengan pelaku usaha, Maria Elizabeth Liman, yang juga merupakan Direktur Utama PT Indoguna. Saat itu, Maria mengaku dari Asosiasi Pengimpor Daging. Pertemuan antara Suswono dan Maria itu difasilitasi oleh mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Suswono bertemu Maria di Hotel Aryaduta, tempat di mana Luthfi menginap. Dalam pertemuan itu, hadir juga orang dekat Suswono, Soewarso dan Fathanah. Pertemuan itu membahas mengenai krisis daging sapi sesuai dengan data yang dibawa Maria.
Suswono membantah bahwa pertemuan tersebut untuk membahas permohonan penambahan kuota daging impor. “Saat itu saya aktif dengan Maria. Yang lain pasif. Fathanah juga,” kata dia.
Suswono tidak mengingat lagi pernah bertemu Fathanah. Ia juga mengaku tidak pernah berjumpa dengan Fathanah di lingkungan Kementerian Pertanian. Namun, Suswono kemudian kembali mengingat pernah bersama Fathanah ketika jaksa penuntut umum memperlihatkan foto yang diambil dari BlackBerry Messenger pada September 2012.
“Oh, saya ingat itu waktu sarapan di rumah walikota Makassar,” ujar Suswono.
Dalam foto itu diperlihatkan Suswono duduk di samping Fathanah. Keduanya terlihat tengah tersenyum. Suswono tidak mengingat apakah pertemuan itu terjadi setelah atau sebelum di Kabupaten Takalar. Namun, ia menegaskan sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai kuota impor dengan Fathanah. (RoL/KH/PK)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .