Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Sabtu, 18 Mei 2013

Bendera Setengah Tiang dari Kaum Budha Palu untuk Muslim Myanmar


Palu (SI ONLINE) - Seruan ketua umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab beberapa waktu lalu kepada seluruh pengurus dan simpatisan FPI di semua wilayah Indonesia disambut langsung oleh FPI Sulawesi Tengah. FPI Sulteng mendirikan posko di wilayah Palu dan Sigi, menariknya seruan jihad dan penggalangan dana direspon positif oleh umat Budha disana.

Posko didirikan di depan kantor Pengurus Besar (PB) Al Khairaat di jalan Sis Al Jufri, Palu Barat, Sulteng. Menurut pengurus FPI Palu, Ustadz Nasrullah posko tersebut dibentuk untuk menampung sumbangan dana untuk solidaritas muslim Rohingya.

"Sebelum kami mendirikan Posko ini kami dari FPI Wilayah Palu dan Sigi bersilaturahim ke rumah ketua PB. Al khairaat yaitu Habib Ali bin Muhammad al Jufri dan kami jelaskan maksud serta tujuan kami untuk solidaritas muslim Rohingya. Habib Ali sangat setuju dan mendukung rencana tersebut. Akhirnya kami mendirikan Posko tepat di depan PB. Al khairaat", ujar Ustadz Nasrullah kepada Suara Islam Online, Jum'at (17/5/2013).

"Alhamdulillah dana yang terkumpul hingga saat ini sekitar 16 juta rupiah", tambahnya.

Menurut Ustadz Nasrullah, dana yang terkumpul bukan hanya dari kaum muslimin, tetapi komunitas Budha pun ikut memberikan bantuan untuk muslim Rohingya yang sedang di tindas oleh kaum Budha dan militer Myanmar.

"Dana itu berasal dari sumbangan kaum muslimin di kota Palu dan sekitarnya, serta sumbangan dari murid sekolah yayasan Budha "Karuna Dipa" Palu. Sekolah Karuna Dipa sendiri bukan khusus orang Budha tapi dibuka untuk umum, sehingga guru dan muridnya ada yang beragama Islam. Yang memberikan bantuan itu atas nama siswa-siswi dari SD hingga SMA, sumbangan diserahkan melalui perwakilan guru agama Islam mereka", paparnya.

Terkait sikap masyarakat Budha di Palu terhadap kasus muslim Rohingya, menurut Ustadz Nasrullah mereka mau melaksanakan tuntutan FPI untuk melakukan solidaritas terhadap muslim Rohingya.

"Alhamdulillah beberapa tuntutan kita sudah mereka laksanakan yaitu pengibaran bendera putih setengah tiang dan pemasangan spanduk di depan vihara sebagai tanda bela sungkawa serta kecaman terhadap kaum Budha di Myanmar," ujar Ustadz Nasrullah.



Rep: Syaiful

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .