Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Kamis, 02 Mei 2013

Kementerian Agama Siap Miliki Pesawat Haji Sendiri


Jakarta (SI ONLINE)- Meski sudah menjadi bahan pembicaraan sejak dua tahun lalu, namun keinginan Menteri Agama Suryadharma Ali untuk memiliki pesawat sendiri bagi jamaah haji Indonesia sampai sekarang belum terwujud. Padahal itu merupakan cita-cita Suryadharma Ali sebelum meninggalkan Kementerian Agama tahun 2014 nanti.

Keinginan Kemenag untuk memiliki pesawat haji sendiri kembali dikemukakan Menag ketika membuka Rapim Kemenag tahun 2013 di kantor pusat jalan Thamrin, Rabu (1/5) kemarin. Dihadapan peserta Rapim yang terdiri dari seluruh jajaran pimpinan Kemenag se Indonesia, Menag menegaskan dengan memiliki pesawat haji sendiri, maka biaya tiket haji akan mampu ditekan sehingga mengurangi beban jamaah haji. Sebab selama ini jamaah haji selalu menggunakan pesawat Garuda dan Saudia dimana biaya transportasinya mencapai 60 persen Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang tahun ini mencapai kurang lebih Rp 34 juta.

“Kemenag perlu memiliki pesawat haji sendiri. Karena dari sisi investasi bisa menguntungkan jamaah haji. Selain itu juga dapat meningkatkan aspek pelayanan lebih baik lagi, sekaligus dapat menekan harga tiket yang setiap tahun semakin mahal,” ungkap Suryadharma Ali.

Menurut Menag, dua tahun lalu dirinya sudah mengusulkan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) yang waktu itu dijabat Slamet Riyanto (sekarang Anggito Abimanyu) agar membuat "loncatan" untuk peningkatan pelayanan haji. Salah satunya adalah, dengan membeli pesawat haji.

Pasalnya, setiap tahun total jamaah haji Indonesia (tahun lalu 221.000 jamaah haji) mengeluarkan biaya sebesar Rp 5 triliun hanya untuk membeli tiket pesawat saja. Dana sebesar itu jika digunakan untuk membeli pesawat sendiri, maka bisa untuk pengadaan 2,5 pesawat haji. Karena pelaksanaan ibadah haji hanya berlangsung selama 3 bulan, maka selebihnya pesawat bisa disewakan kepada maskapai penerbangan lain yang tentu bisa memberi provit bagi Ditjen PHU.

“Untuk memiliki pesawat sendiri memang perlu kajian lebih matang. Baik dari sisi investasi harus aman, harus menguntungkan dan harus dapat meringankan biaya tiket pesawat bagi jamaah haji yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Dana haji yang diinvestasikan di Sukuk jelas sudah aman. Satu lagi, jika diinvestasikan untuk pembelian pesawat juga harus aman," jelasnya.

Namun sampai sekarang Menag belum menjelaskan darimana dana pembelian pesawat haji berasal, dimana harga per unitnya diperkirakan Rp 2 triliun untuk jenis Airbus A-380 yang mampu mengangkut sampai 800 jamaah haji. Sedangkan kalau untuk membeli Boeing 747-400 yang mampu mengangkut 400 jamaah haji, harganya tentu lebih murah tetapi daya angkutnya lebih sedikit.

Barangkali dananya bisa diambilkan dari Dana Abadi Umat (DAU) yang sampai sekarang telah mencapai Rp 2,5 triliun atau dana setoran awal jamaah haji yang sekarang telah mencapai Rp 55 triliun. Tetapi yang jelas bukan diambilkan dari dana APBN Kemenag yang tentunya sudah dibagi-bagi untuk pembiayaan dan operasional lebih dari 4300 satuan kerja (Satker) di lingkungan Kemenag se Indonesia. (*)

Red: Abdul Halim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .