Serangan
pada awal Ramadhan yang menewaskan setidaknya 82 orang di Irak, Senin
(23/7) disinyalir kuat dilakukan oleh kekuatan militer pasukan yang
berafiliasi dengan Al Qaidah, demikian dilaporkan Al Jazeera. Serangan
itu menargetkan pasukan militer dan kaum Syiah Rafidhah. (baca: 82 Orang Tewas Akibat Serangan Tiba-Tiba Pada Awal Ramadhan Di Irak)"Meskipun para korban tewas tampak bervariasi tetapi serangan mereka tampak terpola dan menyasar pada pasukan militer serta masyarakat Syiah (Rafidhah)."
Serangan kali ini tercatat sebagai serangan paling mematikan di Irak sejak 13 Juni ketika gelombang pengeboman pada saat itu menewaskan 84 orag dan melukai hampir 300 orang.
Secara keseluruhan jumlah korban tewas pada bulan Juni mencapai sedikitnya 237 orang dan menjadikan Juni sebagai bulan paling berdarah sejak penarikan mundur pasukan Amerika Serikat pada Desember 2011.
"Ini tentu saja merupakan tanda bahwa meskipun semua keuntungan berada di pihak kekuatan lawan al-Qaidah di Irak ... tetapi realitanya mereka masih di luar sana," lapor Al Jazeera.
Al Jazera juga menambahkan bahwa kelompok itu baru-baru ini telah memperingatkan akan menapaki "tahap baru" dalam surat pemberitahuan yang mereka kampanyekan.
Negara Islam Irak, sebuah kelompok pejuang Sunni yang terafiliasi dengan al-Qaidah di Irak, memperingatkan melalui pesan audio yang diposting di sebuah forum jihad bahwa mereka akan mulai menargetkan hakim dan jaksa sebagai pembaharuan kampanye mereka untuk menuntut pembebasan seluruh anggota mereka yang saat ini ditahan di penjara-penjara Irak.
"Kami telah memulai tahap baru," kata suara pada pesan tersebut, yang disebut-sebut adalah suara Abu Bakar al-Baghdadi, yang telah menjadi pemimpin dari Negara Islam Irak sejak Mei 2010.
"Prioritas pertama dalam hal ini melepaskan tahanan Muslim di mana-mana, dan mengejar serta menghilangkan hakim dan penyidik ??dan para penjaga mereka." kata suara dalam audio itu.
Belum ada verifikasi apakah suara itu benar-benar berasal dari Al Baghdadi. Pejuang Al-Qaidah di Irak saat ini dianggap oleh para pejabat Irak secara signifikan makin melemah kekuatannya. Kekuatan Al Qaidah dianggap sangat melemah dibandingkan pada puncak kekuatannya di tahun 2006 sampai 2007. Namun demikian, faktanya kendati dinilai lemah, kekuatan mereka masih mampu untuk melancarkan serangan spektakuler yang memakan korban massal
Serangan tersebut, oleh Al Jazera, disebut-sebut telah memicu kekhawatiran bahwa pasukan keamanan tidak akan mampu menangani fase yang oleh banyak orang disebut-sebut sebagai fase kebangkitan Al-Qaidah dengan tidak adanya tentara AS, yang menarik diri dari negara itu pada akhirnya tahun lalu. [muslimdaily]
*Keterangan gambar: Bangkai serangkaian bom mobil di Mahmoudiya, selatan Baghdad (sumber gambar: Al Jazera)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun