Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 24 Juli 2012

Park Ji Sung Beraksi, Bau Sampah Menyengat

TRIBUNNEWS.COMSURABAYA - Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya membuat muka panitia pelaksana pertandingan eksibisi antara Persebaya dan klub utama Inggris Queens Park Rangers (QPR) merah padam.
Park Ji Sung Beraksi, Bau Sampah MenyengatSaat laga yang berlangsung semalam (23/7) sedang berjalan seru-serunya, lampu stadion yang dibangun dengan dana miliaran ini tiba-tiba padam.
Laga pun terpaksa dihentikan di menit ke-37. Para pemain QPR berjalan ke tepi lapangan. Sementara para fans fanatik Persebaya (Bonek), menyindir dengan berteriak : "sahuurr....sahur..."
Laga akhirnya terhenti selama 10 menit lebih, gara-gara insiden ini. Kejadian inipun tak luput dari perhatian sejumlah jurnalis asing, di antaranya wartawan Korea Selatan, Joon Hong Her, yang menyiarkannya secara live streaming.

Penerangan stadion GBT sebetulnya sudah memperlihatkan masalah sebelum laga dimulai. Tercatat, dua kali lampu stadion byar pet sebelum kick-off dimulai. Gara-gara inipula, pertandingan mesti molor beberapa menit.
Yang bikin semakin malu, pihak pengelola GBT juga dibuat pusing dengan masalah bau sampah yang sempat menyengat tajam di dalam stadion. Padahal, Kepala Dispora Surabaya, Sigit Sugiharsono, sudah berjanji akan menhilangkan masalah bau sampah ini.
Namun, kedua kejadian tidak mengenakkan itu, tidak membuat penonton laga semalam kehilangan sebuah laga yang menghibur. Persebaya, di luar dugaan mampu membuat pemain QPR harus kerja keras, sebelum akhirnya menang dengan angka tipis 2-1 (1-1).
Bahkan, dalam laga yang disaksikan 40.000 penonton semalam, Persebaya mampu unggul lebih dulu, lewat gol Fernando Soler di menit ke-25.
Meski, keunggulan ini hanya berlangsung selama satu menit. QPR menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Adel Taarabt. The Hoops, julukan QPR, akhirnya baru bisa memastikan kemenangan di menit 67, melalui sontekan Bobby Zamora.
Bagaimana dengan Park Ji-Sung? Pemain yang digadang-gadang menjadi salah satu jualan utama di laga ini sendiri, tidak terlalu istimewa. Ia hanya bermain di 20 menit terakhir laga, untuk menggantikan Samba Diakite.
Jalannya pertandingan, Persebaya mampu tampil dominan pada 15 menit babak pertama. Erol Iba dkk berani memainkan permainan bola-bola pendek yang mengalir cepat. Sementara Queens Park Rengers juga terlihat tidak tampil ngotot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .