Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Senin, 16 Juli 2012

Mujahidin Mali siap hadapi serangan jika musuh menginvasi Azawad

GAO (Arrahmah.com) - Mendengar Mujahidin Mali dari beberapa kelompok telah bersatu untuk menerapkan Syari'ah Islam di Azawad, pihak musuh dari dalam dan dari luar nampak gelisah dan merencanakan berbagai cara untuk mengatasasi "pergolakan" -kata mereka- yang terjadi di Mali.
Salah satu kelompok Jihad yang ambil bagian dari mengontrol Azawad, Mujahidin dari jama'ah Tauhid wal Jihad, mengatakan bahwa mereka siap untuk menghadapi invasi apapun dari musuh terhadap Azawad.

Hal tersebut ditegaskan oleh juru bicara Tauhid wal Jihad saat diwawancarai oleh AljazeeraChannel di kota Gao pada hari Sabtu (14/7/2012), bahwa Mujahidin siap untuk memukul mundur kemungkinan serangan yang datang terhadap Azawad.
Azawad merupakan wilayah besar yang keseluruhnya meliputi 60 % wilayah Mali. Bangkitnya kekuatan Jihad di Mali telah membebaskan Azawad dari kungkungan kekuasaan otoritas sekuler sehingga Syari'ah Islam dapat ditegakkan di sana, inilah yang paling ditakutkan oleh penjajah salibis Barat dan negara-negara sekuler Afrika.
Prancis, telah menyatakan bahwa invasi militer ke Mali adalah salah satu cara untuk menghentikan "pergolakan" di Mali. Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, mengatakan pada Kamis (12/7) bahwa "Suatu saat atau pada kesempatan lain, mungkin akan dilakukan penggunaan kekuatan," dikutip Reuters. (Siraaj/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .