Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 16 Desember 2012

Mengapa AS ‘Men-Teroris-kan’ Jabhah Nushrah dan Menyebutnya Punya Hubungan dengan Al-Qaidah Irak?


DAMASKUS (SALAM-ONLINE.COM): Seluruh wilayah Suriah pada Jum’at (14/12/2012) siang kemarin menggelar aksi demonstrasi dukungan kepada Mujahidin Jabhah Nushrah. Demonstrasi mengambil tema “Tidak untuk intervensi Amerika, kami semua adalah Jabhah Nushrah”.
Salah satu aksi demonstrasi yang sangat menarik terjadi di kota Jobar, Provinsi Damaskus. Ribuan warga Muslim menggelar aksi demonstrasi pada Jum’at siang pukul 14.00 waktu setempat. Massa demonstran bergerak dari Masjid Jami’ Ummu ‘Ammarah di kota tersebut.

Tidak hanya diikuti oleh para pemuda dan orang dewasa, demonstrasi tersebut juga diikuti oleh anak-anak dan kaum wanita. Mereka tumpah ruah di jalan raya untuk menyuarakan dukungan kepada Jabhah Nushrah.
Hal yang lebih mencengangkan adalah yel-yel para demonstran. Seluruh demonstran serentak meneriakkan slogal-slogan Islam yang membuat AS, NATO, Israel, Barat dan rezim-rezim Arab boneka Barat gemetar ketakutan.
“Asy-sya’bu yuriidu khilafah Islamiyyah.”

Demonstrasi dukungan dari rakyat Suriah untuk Jabhah Nushrah
“Jabhah Nushrah…Allahu yahmiikum.”
“Rakyat menginginkan khilafah Islamiyah” dan “Jabhah Nushrah, Allah melindungi kalian” adalah yel-yel yang dipekikkan oleh ribuan demonstran, seperti dilaporkan Koordinator Revolusi Lokal di Damaskus dan stasiun TV pro revolusi, yang dilansir Ugarit TV.
Inilah alasan sebenarnya Amerika Serikat memasukkan Jabhah Nushrah dalam daftar baru kelompok teroris internasional. Inilah alasan sebenarnya AS dan NATO mempersiapkan kekuatan militernya di Turki, tak lain, karena untuk melakukan intervensi militer di Suriah.
AS dan Barat ingin memerangi rakyat dan Mujahidin Suriah yang berjuang demi tegaknya khilafah Islamiyah di bumi Syam. Lalu mereka menyebut Jabhah Nushrah sebagai kelompok “teroris” supaya mereka, AS dan sekutunya, ada alasan untuk intervensi ke Suriah memerangi “teroris”.
Salah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin Suriah menentang pernyataan Amerika yang men”teroris”kan kelompok Mujahidin Jabhah Nushrah. AS berdalih, jabhah Nushrah adalah kelompok yang berasal dari Irak dengan latar Al-Qaidah.
Ini cukup menarik, mengapa AS bisa menyebut Jabhah Nushrah berakar dari Al-Qaidah? Seorang sumber gerakan Islam di Suriah menjelaskan bahwa, betul, memang, kelompok ini dari Irak yang bergabung dengan Ikhwan Suriah, lalu membentuk Jabhah Nushrah.
Jadi, lantaran punya keterkaitan dengan Al-Qaidah Irak itulah, ujar sang sumber, dengan pede AS menyebutnya sebagai kelompok “teroris” yang menggunakan “baju baru” bernama Jabhah Nushrah.
Ini, kata sumber tadi, adalah sinergi dan “perkawinan” yang pas, lantaran sebelumnya Ikhwan sudah mengakar di tengah masyarakat Suriah. Karenanya kelompok ini cepat popular, mendapat dukungan banyak pihak dan masyarakat luas, termasuk para ulama yang menginginkan perubahan dengan solusi Islam.

Sniper “cilik” Jabhah Nushrah yang gugur dalam usia 15 tahun
Bergabungnya Mujahidin Irak seakan menyuntikkan “vitamin” dan “amunisi” bagi  tegaknya Islam di Bumi Syam. Ini merupakan sebuah alternatif sekaligus solusi jitu dan menjadi menarik minat bagi banyak kelompok Islam di Suriah.
Jadi, sejatinya gerakan ini gabungan Mujahidin Irak dengan Ikhwan di Suriah, lalu mereka bersama-sama membentuk Jabhah Nushrah. Karena itulah AS menyebut Jabhah Nushrah punya afiliasi dengan Al-Qaidah Irak yang dikelompokkan sebagai “teroris”.
Jabhah Nushrah menginginkan tegaknya negara Islam di Suriah. Bagi Jabhah Nushrah, jika dengan jalan militer dan perang bisa membentuk negara dan khilafah Islamiyah, mengapa harus lewat parlemen dan demokrasi yang realitanya mempromosikan ideologi kafir? (arrahmah.com/salam-online.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .